Code of Corporate & Business Conduct sebagai Implementasi GCG


CODE OF CORPORATE & BUSINESS CONDUCT SEBAGAI IMPLEMENTASI GCG

(Artikel ini telah dimuat di Harian BANTEN RAYA POST, 16 Nopember 2006)

Oleh : Muh. Arief Effendi 

Kode Etik dalam tingkah laku berbisnis di perusahaan (Code of Corporate and Business Conduct) merupakan implementasi salah satu prinsip Good Corporate Governance (GCG). Implementasi  GCG di perusahaan memerlukan komitmen yang tinggi dari segenap karyawan dan pimpinan perusahaan. Salah satu prasyarat untuk mendapatkan standar GCG yang tinggi adalah adanya Code of Corporate & Business Conduct (CCBC) yang menjadi pedoman perilaku sehari-hari dalam melaksanakan tugasnya. Setiap karyawan dan pimpinan perusahaan harus bertanggung jawab dan berusaha mematuhi CCBC. CCBC  merupakan bagian penting dari kerangka kerja (framework)  GCG perusahaan dan memberikan acuan dalam merumuskan kebijakan (policy) ,  sistem dan prosedur (sisdur)  atau  instruksi kerja (Work Instruction). CCBC menuntut karyawan & pimpinan perusahaan untuk melakukan praktek-praktek etik bisnis yang terbaik di dalam semua hal yang dilaksanakan atas nama perusahaan. CCBC dapat ditetapkan sebagai pedoman bagi seluruh karyawan & pimpinan  perusahaan dan dapat diterbitkan dalam semacam “buku saku” agar mudah dipelajari dan dijadikan referensi. Apabila  prinsip tersebut telah mengakar di dalam budaya perusahaan (corporate culture), maka seluruh karyawan & pimpinan perusahaan akan berusaha memahami dan berusaha mematuhi “mana yang boleh” dan “mana yang tidak boleh” dilakukan dalam aktivitas bisnis perusahaan.  

Unsur

Terdapat 3 (tiga) unsur pokok yang harus dipenuhi dalam CCBC. Pertama, Segenap karyawan dan pimpinan perusahaan harus patuh dan taat kepada hukum dan peraturan yang berlaku di perusahaan, termasuk budaya perusahaan. Kepatuhan dan ketaatan terhadap hukum yang berlaku, baik  hukum pidana dan perdata,  hukum pajak merupakan standar minimum dari perilaku yang terpuji. Oleh karena itu  harus dijaga adanya hubungan yag baik dengan aparat penegak hukum. Tidak diperbolehkan adanya tindakan yang melanggar hukum, peraturan atau kebijakan perusahaan dalam rangka memenuhi target keuntungan (profit) perusahaan. Kedua, Segenap karyawan dan pimpinan perusahaan harus menghindarkan diri dari kegiatan yang dapat menyebabkan benturan kepentingan (confict of interest). Benturan kepentingan dapat terjadi apabila seseorang atau sebuah entitas memiliki dua atau lebih kepentingan yang saling bertentangan, misalnya antara kepentingan perusahaan dan pribadi. Ketiga, Segenap karyawan dan pimpinan perusahaan  harus dapat menyimpan dan menjaga kerahasiaan informasi bisnis perusahaan, maupun informasi yang berkaitan dengan pihak yang mempunyai hubungan bisnis dengan perusahaan. Kepatuhan pada CCBC ini merupakan hal yang sangat penting untuk mempertahankan dan memajukan reputasi perusahaan sebagai karyawan & pimpinan perusahaan yang bertanggung jawab, dimana pada akhirnya akan memaksimalkan nilai pemegang saham (shareholder value). Beberapa nilai-nilai etika perusahaan yang sesuai dengan prinsip-prinsip GCG, yaitu disiplin, kejujuran, tanggung jawab, saling percaya, keterbukaan dan kerjasama. CCBC yang efektif seharusnya bukan sekedar buku atau dokumen yang tersimpan saja. CCBC hendaknya dapat dimengerti oleh seluruh karyawan & pimpinan perusahaan dan akhirnya dapat dilaksanakan dalam bentuk tindakan (action).  Beberapa contoh pelaksanaan CCBC yang harus dipatuhi oleh seluruh karyawan & pimpinan perusahaan, antara lain masalah informasi rahasia dan benturan kepentingan (conflict of interest). 

Informasi rahasia

Seluruh karyawan harus dapat menjaga informasi rahasia mengenai perusahaan dan dilarang untuk menyebarkan informasi rahasia kepada pihak lain yang tidak berhak. Informasi rahasia dapat dilindungi oleh hukum apabila informasi tersebut berharga untuk pihak lain dan pemiliknya melakukan tindakan yang diperlukan untuk melindunginya. Beberapa kode etik yang perlu dilakukan oleh karyawan yaitu harus selalu melindungi informasi rahasia perusahaan dan termasuk Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) serta harus memberi respek terhadap hak yang sama dari pihak lain. Selain itu karyawan juga harus melakukan perlindungan dengan seksama atas kerahasiaan informasi rahasia yang diterima dari pihak lain. Adanya kode etik tersebut diharapkan dapat terjaga hubungan yang baik dengan pemegang saham (share holder). Atas dasar  integritas (kejujuran) dan transparansi (keterbukaan), dan menjauhkan diri dari memaparkan informasi rahasia.  Selain itu dapat terjaga keseimbangan dari kepentingan perusahaan dan pemegang sahamnya dengan kepentingan yang layak dari karyawan, pelanggan, pemasok maupun pemerintah dan masyarakat pada umumnya.

Conflict of interrest

Seluruh karyawan & pimpinan perusahaan harus dapat menjaga kondisi yang bebas dari suatu benturan kepentingan (conflict of interest) dengan perusahaan. Suatu benturan kepentingan dapat timbul bila karyawan & pimpinan perusahaan memiliki, secara langsung maupun tidak langsung kepentingan pribadi didalam mengambil suatu keputusan, dimana keputusan tersebut seharusnya diambil secara obyektif, bebas dari keragu-raguan dan demi kepentingan terbaik dari perusahaan.  Beberapa kode etik yang perlu dipatuhi oleh seluruh karyawan & pimpinan perusahaan,  antara lain menghindarkan diri dari situasi (kondisi) yang dapat mengakibatkan suatu benturan kepentingan. Selain itu setiap karyawan & pimpinan perusahaan yang merasa bahwa dirinya mungkin terlibat dalam benturan kepentingan harus segera melaporkan semua hal yang bersangkutan secara detail kepada pimpinannya (atasannya) yang lebih tinggi. Terdapat 8 (delapan) hal yang termasuk kategori  situasi  benturan kepentingan (conflict of interest) tertentu. Pertama,  segala konsultasi atau hubungan lain yang signifikan dengan, atau berkeinginan mengambil andil di dalam aktivitas pemasok, pelanggan atau pesaing (competitor). Kedua, segala kepentingan pribadi yang berhubungan dengan kepentingan perusahaan. Ketiga,  segala hubungan bisnis atas nama perusahaan dengan personal yang masih ada hubungan keluarga (family), atau dengan perusahaan yang dikontrol oleh personal tersebut. Keempat, segala posisi dimana karyawan & pimpinan perusahaan mempunyai pengaruh atau kontrol terhadap evaluasi hasil pekerjaan atau kompensasi dari personal yang  masih ada hubungan keluarga. Kelima, segala penggunaan pribadi maupun berbagi atas informasi rahasia perusahaan demi suatu keuntungan pribadi, seperti anjuran untuk membeli atau menjual barang milik perusahaan atau produk, yang didasarkan atas informasi rahasia tersebut. Keenam, segala penjualan pada atau pembelian dari perusahaan yang menguntungkan pribadi. Ketujuh, segala penerimaan dari keuntungan, dari seseorang / organisasi / pihak ketiga yang berhubungan dengan perusahaan. Kedelapan, segala aktivitas yang terkait dengan insider trading atas perusahaan yang telah go public, yang merugikan pihak lain. 

Sanksi

Pelanggaran atas CCBC merupakan hal  yang serius, bahkan dapat termasuk kategori pelanggaran hokum, maka seharusnya mendapatkan sanksi (punishment) sesuai ketentuan yang berlaku, bahkan dapat diambil pemutusan hubungan kerja (PHK). Beberapa tindakan karyawan & pimpinan perusahaan yang termasuk kategori pelanggaran terhadap CCBC, antara lain mendapatkan, memakai atau menyalahgunakan asset milik perusahaan untuk kepentingan / keuntungan pribadi, secara fisik mengubah atau merusak asset milik perusahaan tanpa izin yang sesuai dan menghilangkan asset milik perusahaan . Untuk melakukan pengujian atas Kepatuhan terhadap CCBC tersebut perlu dilakukan semacam audit kepatuhan (compliance audit) oleh pihak yang independen, misalnya Internal Auditor, sehingga dapat diketahui adanya pelanggaran berikut sanksi yang akan dikenakan terhadap karyawan & pimpinan perusahaan yang melanggar CCBC. Akhirnya semoga para karyawan maupun pimpinan perusahaan mematuhi Code of Corporate & Business Conduct  yang telah ditetapkan oleh perusahaan sebagai    implementasi GCG. ***

Muh. Arief Effendi,SE,MSi,Ak,QIA, bekerja sebagai internal auditor sebuah BUMN serta Dosen Luar Biasa pada beberapa perguruan tinggi di Jakarta (FE Universitas Trisakti, STIE Trisakti & FE Universitas Mercu Buana).

%d bloggers like this: