Tanggung Jawab Manajemen dalam Mencegah dan Mendeteksi Fraudulent Financial Reporting


Tanggung Jawab Manajemen dalam Mencegah dan Mendeteksi Fraudulent Financial Reporting

(Artikel ini telah dimuat di majalah Krakatau Steel Group / KSG, Edisi 26, Tahun 3/2008, pada Rubrik “RAGAM”, hlm. 30-31) 

Oleh : M. Arief Effendi (SPI PT. KS) 

Fraudulent financial reporting adalah perilaku yang disengaja atau ceroboh,baik dengan tindakan atau penghapusan,yang menghasilkan laporan keuangan yang menyesatkan (bias). Fraudulent financial reporting yang terjadi disuatu perusahaan memerlukan perhatian khusus dari manajemen dan auditor independen. 

Penyebab fraudulent financial reporting umumnya  3 (tiga) hal yaitu, Pertama, Manipulasi, falsifikasi, alterasi atas catatan akuntansi dan dokumen pendukung atas laporan keuangan yang disajikan. Kedua, Salah penyajian (misrepresentation) atau kesalahan informasi yang signifikan dalam laporan keuangan. Ketiga, Salah penerapan (misapplication) dari prinsip akuntansi yang berhubungan dengan  jumlah, klasifikasi, penyajian (presentation) dan pengungkapan (disclosure).

Fraudulent financial reporting juga dapat disebabkan adanya kolusi antara manajemen dengan auditor independen. Salah satu upaya untuk mencegah adanya kolusi tersbut, maka perlu dilakukan rotasi auditor independen dalam melakukan audit suatu perusahaan.  

Berdasarkan penelitian  COSO (1999)  yang berjudul “Fraudulent Financial Reporting : 1987 – 1997, An Analysis of U.S. Public Company”, bahwa dari hasil analisa perusahaan yang listing di Securities Exchange Commission (SEC) selama periode Januari 1987 s.d. Desember 1997 ( 11 tahun) dapat diidentifikasi sejumlah 300 perusahaan yang terdapat fraudulent financial reporting yang memiliki karakteristik yaitu memiliki permasalahan bidang keuangan (experiencing financial distress), lax oversight dan terdapat fraud dengan jumah uang yang besar (Ongoing, large-dollar frauds). Contoh kasus Fraudulent Financial Reporting antara lain Enron, Tyco, Adelphia dan WorldCom. 

TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 

Mengingat fraud merupakan problem yang sangat serius, maka manajemen perusahaan harus mengambil langkah-langkah komprehensif untuk memproteksi sistem informasinya. Metode yang paling efektif untuk memperoleh security system yang mencukupi adalah terletak pada integritas (integrity) karyawan perusahaan. Perusahaan dapat mengambil langkah untuk meningkatkan integritas karyawan dan mengurangi kemungkinan karyawan melakukan fraud dengan memperhatikan , Pertama,  Hiring & firing practices. Dalam melakukan penerimaan dan pemecatan karyawan harus dilakukan dengan hati-hati dan selektif. Kedua,  Managing disgruntled employees. Banyak karyawan yang melakukan fraud adalah dalam rangka mencari pembalasan atau justice terhadap kesalahan-kesalahan yang pernah ditimpakan kepada mereka. Ketiga,  Employee training. Fraud jauh lebih sedikit akan terjadi dalam lingkungan dimana para karyawan percaya bahwa keamanan (security) merupakan tanggung jawab bersama, baik  karyawan maupun  manajemen.

Salah satu cara untuk mencegah timbulnya fraud  adalah dengan merancang sebuah sistem yang dilengkapi dengan internal control yang cukup memadai sehingga fraud sukar dilakukan oleh pihak luar maupun orang dalam perusahaan.The National Commission On Fraudulent Financial Reporting (The Treadway Commission) merekomendasikan 4 (empat) tindakan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya fraudulent financial reporting, yaitu  : Pertama, Membentuk lingkungan organisasi yang memberikan kontribusi terhadap integritas proses pelaporan keuangan(financial reporting). Kedua,  Mengidentifikasi dan memahami faktor- faktor yang mengarah ke fraudulent financial reporting. Ketiga, Menilai resiko fraudulent financial reporting di dalam perusahaan. Keempat,  Mendisain dan mengimplementasikan internal control yang memadai untuk financial reporting.

Mulfrod & Comiskey (2002) menulis buku yang berjudul “The Financial Numbers Game : Detecting Creative Accounting Practices”. Buku tersebut lebih difokuskan bagi para investor sebagai pembelajaran untuk mengetahui secara cepat adanya kecurangan akuntansi (fraudulent accounting). Beberapa atribut yang dapat digunakan untuk mendeteksi adanya risiko terdapat  fraudulent financial reporting di perusahaan, antara lain terdapat kelemahan dalam pengendalian intern (internal control), perusahaan tidak memiliki komite audit dan terdapat hubungan kekeluargaan (family relationship) antara manajemen  (Director) dengan karyawan perusahaan. Klasifikasi dari  Creative Accounting Practices menurut Mulfrod & Comiskey, terdiri dari :

  • Pengakuan pendapatan fiktif (recognizing Premature or Ficticious Revenue).
  •  Kapitalisasi yang agresif dan Kebijakan amortisasi yang terlalu lebar (Aggressive Capitalization & Extended Amortization Policies).
  •  Pelaporan keliru atas Aktiva & Utang (Misreported Assets and Liabilities).
  • Perekayasaan Laporan Laba Rugi  (Creative with the Income Statement).
  •  Timbul masalah atas pelaporan Arus Kas (Problems with Cash-flow Reporting).

Menurut laporan dari The National Commission on Fraudulent Financial Reporting, pencegahan dan pendeteksian awal atas fraudulent financial reporting harus dimulai saat penyiapan laporan keuangan.

Buku (textbook) yang membahas cukup mendalam tentang teknik untuk mencegah dan mendeteksi adanya fraud dalam laporan keuangan adalah “Financial Statement Fraud: Prevention and Detection” karangan  Rezaee (2002). Dalam buku tersebut dijelaskan kasus kolapsnya Enron di Amerika Serikat, yang menghebohkan kalangan dunia usaha secara jelas dan lengkap, termasuk adanya praktek kolusi. 

KESIMPULAN

1.      Fraudulent financial reporting dapat terjadi kapan saja dan di perusahaan mana saja. Fraud merupakan problem yang serius, maka manajemen perusahaan harus mengambil langkah-langkah komprehensif untuk mencegah timbulnya fraudulent financial reporting antara lain melalui peningkatan internal control, serta peningkatan integritas moral karyawan dan manajemen perusahaan.

2.      Fraud juga dapat terjadi adanya kolusi antara auditor independen (Akuntan publik) dengan manajemen suatu perusahaan. Oleh karena itu perlu dilakukan rotasi auditor independen dalam melakukan audit di perusahaan serta pengawasan yang ketat dari pihak yang berwenang.  

Referensi 

1.      Mulford, Charles W. & Comiskey , Eugene E. The Financial Numbers Game : Detecting Creative Accounting Practices. John Wiley & Sons. January 2002.

2.      Rezaee, Zabihollah. Financial Statement Fraud : Prevention and Detection. John Wiley & Sons. August 2002.

CATATAN :

Artikel ini merupakan ikhtisar (summary) dari Makalah (Paper) saya tentang “Fraudulent Financial Reporting : Tanggung Jawab Auditor Independen” , yang sudah saya presentasikan di FE UIB Batam tgl 12-12-2006,  terutama ditinjau dari Tanggung Jawab Manajemen.

6 Responses

  1. Sore pak Muh. Arief Efendi, Mohon bantuannya pak saya sudah mencoba download Modul-modul Internal Audit yang ada disitus bapak ini juga Modul Internal Audit Activity Charter maupun Standard Quality IIA, Juga kalau bisa saya memperoleh contoh2 fraud keuangan saat kita membaca laporan keuangan client pada saat melakukan financial audit.
    Kalau bapak tidak berkeberatan mohon dapat mengirimkan melalui email saya di johan@munich.com .
    Demikianlah permohonan saya, atas bantuannya sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih.

    Like

  2. Sdr. Johan, silahkan baca artikel saya yang berjudul “Tanggung Jawab Auditor Independen dalam Pencegahan, Pendeteksian dan Penginvestigasian Kecurangan Pelaporan keuangan”. Nanti jika ada contoh2 tentang Fraud dibidang keuangan, akan saya upload di website ini. OK.

    Like

  3. Pagi pak,

    menarik sekali artikel yang bapa post di blog ini. saya ingin tahu kalau terjadi penyimpangan dalam pelaporan keuangan, sehingga merugikan perusahaan, bagaimana dengan tanggung jawab manajemen? kita asumsikan saja bahwa penyimpangan keuangan itu terjadi karena kelalaian bagian keuangan, dan kontrol yang kurang.

    1. apakah manajemen wajib mengembalikan kerugian itu ke perusahaan?
    2. apa pengertian manajemen dalam kasus-kasus seperti itu?

    terima kasih

    Like

  4. Selamat sore Pak,

    Artikel di blog ini menarik sekali, tolong diupload kalau ada artikel yang membahas creative accounting berikut contohnya.

    Tks.

    Like

  5. sore pak M. Arif effendi..
    saya seddang melakukan penelitian tentang pengaruh tanggungjawab manajemen terhadap pencegahan kecurangan akuntansi..tetapi saya belum menemukan kuisioner untuk melakukan penelitian ini..
    saya sangat memohon sekali atas bantuan bapak untuk memposting kuisioner tersebut jika bapak memilikinya…
    terima kasih sekali sebelumnya saya ucapkan…

    Like

Comments are closed.

%d bloggers like this: