Merangsang Siswa Agar Gemar Menulis


MERANGSANG SISWA AGAR GEMAR MENULIS 

(Artikel ini telah dimuat di Tabloid Pendidikan GOCARA, Edisi 10, Maret 2008,  hlm. 22-23, pada Rubrik ”SUARA PENDIDIK”) 

Oleh : Muh. Arief Effendi,SE,MSi 

Dewasa ini minat para  pelajar SMP/SMA terhadap penelitian dan penulisan karya ilmiah masih sangat rendah. Hal ini terbukti belum membudayanya tradisi kepenulisan karya ilmiah dan masih sedikitnya Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yang terbentuk di sekolah-sekolah, baik tingkat SMP maupun SMA.  Karya tulis ilmiah merupakan jenis tulisan dengan menggunakan metodologi tertentu dalam penyusunannya. Dalam hal ini memerlukan analisis data-data hasil penelitian sehingga menghasilkan suatu kesimpulan. Karya ilmiah termasuk jenis tulisan non fiksi. Kelompok Ilmiah remaja (KIR)  merupakan suatu kelompok dimana para siswa dengan kesamaan minat pada ilmu pengetahuan berkumpul.  Pelajar yang ingin memperdalam ilmu yang didapatnya disekolah dibina melalui KIR secara intensif dalam bimbingan guru. Pembinaan KIR dapat melibatkan praktisi yang berpengalaman yang berasal dari alumni maupun pengurus Komite Sekolah yang memiliki kompetensi keilmuan tertentu. Tujuan utama dibentuknya KIR adalah memberikan wadah bagi para pelajar yang tertarik untuk mengetahui berbagai jenis kejadian, baik yang terjadi di alam maupun dalam kehidupan sehari-hari melalui penelitian dan menuliskannya dalam bentuk  karya ilmiah. KIR di SMP/SMA dapat dikelompokkan atas tiga bidang yaitu Sains /Ilmu Pengetahuan Alam, Sosial & Budaya dan Teknologi.   

Lomba KIR

Berbagai jenis lomba tentang KIR yang diselenggarakan di berbagai sekolah / kampus, instansi / lembaga pemerintah mapun pihak prusahaan swasta & BUMN yang menaruh minat dalam pengembangan penelitian bagi pelajar SMP / SMA, sebagai berikut :

1.      Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR)

LKIR diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia & Televisi Republik Indonesia (LIPI-TVRI) setiap tahun menjelang perayaan HUT Proklamasi RI. LKIR dapat diikuti oleh siswa tingkat SMP dan SMA dari seluruh Indonesia. LKIR dibagi berdasar 3 (tiga) pokok bahasan terkait, yaitu bidang Ilmu Pengetahuan Sosial & Kemanusiaan (IPSK), Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Teknologi (IPT). Melalui LKIR ini diharapkan dapat dijaring calon-calon peneliti muda yang berbakat. Mereka adalah remaja yang kreatif dan inovatif dalam menuangkan gagasannya. Minat untuk melakukan penelitian di kalangan remaja memang bisa tumbuh pada siswa tingkat SMP / SMA, dimanapun mereka berada. Beberapa pelajar yang sering mempertanyakan sesuatu hal secara mendalam, biasanya memiliki naluri yang kuat untuk meneliti.

 Prinsip dasar dari suatu penelitian adalah adanya keingintahuan yang diwujudkan dalam berbagai pertanyaan. Apabila pelajar tersebut tergerak untuk mengembangkan keingintahuan itu dengan membuat serangkaian hipotesis, mengujinya dengan fakta yang dikumpulkan, kemudian menyusunnya dalam sebuah karya yang sistematis, maka dapat menghasilkan suatu karya ilmiah. Tentu saja tidak dapat dibandingkan sistematika KIR seorang remaja yang masih duduk di bangku SMP/SMA dengan skripsi seorang sarjana. Namun, tidak tertutup kemungkinan gagasan penelitian remaja lebih cemerlang, orisinal, dan berguna bagi masyarakat.  Tujuan diselenggarakan LKIR, antara lain :

a.      Memberi kesempatan kepada remaja (pelajar)  untuk menerapkan ilmu yang pernah dipelajari terhadap masalah yang dihadapi sehari-hari.

b.     Menimbulkan minat para remaja (pelajar) untuk melatih diri dalam menghadapi tantangan lingkungan yang berubah-ubah dan mencari cara untuk menghadapi tantangan.

c.       Membentuk watak yang menghormati kejujuran, ketekunan dan kecermatan, serta berpandangan terbuka karena watak itulah yang harus dimiliki seorang peneliti.

2.      LPIR

Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional setiap tahun secara rutin sejak tahun 1977. Sebelumnya lomba tersebut dinamakan Lomba Karya Ilmu Pengetahuan untuk Remaja. Tujuan LPIR untuk meningkatkan daya nalar, mengasah serta menguji kreativitas  pelajar SMP /SMA. Melalui LPIR diharapkan dapat menggugah minat remaja untuk melakukan penelitian. Ruang lingkup penelitian antara lain bidang pertanian, biologi, matematika, fisika terapan, kimia terapan, sosiologi, antropologi, lingkungan, dan sosial-budaya. Pihak Pimpinan Proyek Pengembangan Wawasan Keilmuan Direktorat Pendidikan Menengah Umum (Dikmenum) telah mengirim brosur ke seluruh SMP/SMA di Tanah Air. Bahkan, Dinas Pendidikan tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota pun telah diminta untuk mensosialisasikan LPIR tersebut. 

3.      LKTI

Beberapa perusahaan baik swasta maupun BUMN, Instansi Pemerintah tingkat Pusat , Provinsi dan Kabupaten / Kodya serta kampus perguruan tinggi  juga sering mengadakan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dengan topik khusus, misalnya perkoperasian, lingkungan hidup, penyalahgunaan narkoba, kesehatan reproduksi bagi remaja dan lain-lain.Sebagai Ketua Komite Sekolah,  penulis telah memberikan pelatihan teknik penulisan karya tulis ilmiah dan sosialisasi KIR bagi pelajar SMP awal tahun 2007 yang lalu. Ternyata banyak pelajar SMP yang belum mengetahui seluk beluk karya ilmiah. Oleh karena itu wajar, jika mereka masih belum bisa menulis suatu karya ilmiah, karena pengetahuan tentang karya tulis ilmiah masih terbatas. 

Untuk meningkatkan minat penelitian dan penulisan karya tulis ilmiah di kalangan pelajar  SMP/SMA , dapat ditempuh beberapa langkah sebagai berikut :

1.      Perlu dilakukan pelatihan (workshop) tentang penelitian dan teknik penulisan karya ilmiah bagi pelajar SMP/SMA secara periodik untuk meningkatkan ketrampilan dalam menghasilkan karya tulis ilmiah.

2.      Pihak pimpinan sekolah & dewan guru agar membentuk KIR sesuai dengan minat para pelajar,  memberikan dorongan untuk melakukan penelitian dan penulisan karya ilmiah.

3.      Pihak pimpinan sekolah melakukan pembinaan secara periodik terhadap KIR yang sudah terbentuk dengan mengikutsertakan dalam lomba / kompetisi baik tingkat lokal, nasional maupun internasional. 

Penulis adalah Pemerhati Pendidikan,  Ketua Komite Sekolah sebuah SMP Swasta (SMPIT-RJ). 

CATATAN :

Artikel ini merupakan ikhtisar (summary) dari makalah (paper) saya yang berjudul “Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah dan Sosialisasi Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) bagi Siswa SMPIT-RJ” yang sudah saya presentasikan pada hari Sabtu, tanggal 17 Februari 2007 di SMPIT-RJ dan  terinspirasi dari kepedulian penulis sebagai Ketua Komite Sekolah terhadap masih rendahnya minat para pelajar (siswa) dalam menulis karya ilmiah.

%d bloggers like this: