Good corporate citizenship sebagai implementasi CSR


GOOD CORPORATE CITIZENSHIP SEBAGAI IMPLEMENTASI CSR

(Artikel ini telah dimuat di Harian BISNIS INDONESIA, Edisi Senin, 11 Agustus 2008, pada Rubrik OPINI, Hlm. 7)

Oleh : Muh. Arief Effendi

Dewasa ini, tantangan yang dihadapi oleh perusahaan semakin berat. Pada era globalisasi, selain dituntut untuk mendapatkan keuntungan  dalam  jangka panjang, perusahaan juga dituntut untuk dapat menjalankan fungsi community development. Salah satu implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR)  adalah melalui corporate citizenship.  Corporate Citizenship merupakan suatu cara pandang perusahaan dalam bersikap dan berperilaku ketika berhadapan dengan pihak lain, misalnya pelanggan , pemasok, masyarakat, pemerintah dan pemangku kepentingan (stakeholder)  lainnya. Tujuan Good Corporate Citizenship (GCC)  adalah sebagai salah satu cara untuk memperbaiki reputasi perusahaan, meningkatkan keunggulan kompetitif  serta membantu memperbaiki kualitas hidup manusia.

Corporate Citizenship juga terkait dengan masalah pembangunan masyarakat, perlindungan dan pelestarian lingkungan. Selain itu,  GCC bertujuan memberikan akses dalam pemberdayaan masyarakat  dan terkait langsung dengan proses usaha perusahaan  maupun upaya memajukan dunia pendidikan.

 

Beberapa waktu yang lalu, Kementerian BUMN telah menerbitkan Peraturan Menteri BUMN No. Per-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan (PKBL), menggantikan Keputusan Menteri BUMN Nomor Kep-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Pelaksanaan Bina Lingkungan. Program kemitraan dengan usaha kecil adalah program untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN, sedangkan program bina lingkungan adalah program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. Pelaksana kedua program tersebut adalah unit organisasi khusus yang merupakan bagian dari organisasi BUMN yang berada dibawah pengawasan seorang Direksi. Pengelolaan PKBL di BUMN melalui Divisi  Program Kemitraan & Bina Lingkungan (PKBL) atau Community Development Center.    

Dalam Undang-Undang No. 40/2007 tentang perseroan terbatas juga telah diatur tentang CSR. Apabila program CSR di sektor perusahaan swasta, multi nasional dan BUMN dapat dikelola secara optimal, maka hasilnya akan lebih bermanfaat dan dapat menjangkau mitra binaan / masyarakat secara lebih luas sehingga memiliki multiplier effec yang dapat dinikmati secara nasional. Selain itu, diharapkan dapat membantu permasalahan dalam upaya pengentasan kemiskinan, keterbelakangan serta pendidikan.

Komitmen terhadap GCC adalah sangat signifikan dan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan  dalam  penciptaan nilai  bagi perusahaan maupun masyarakat. Chamber of Commerce Center for Corporate Citizenship di Amerika Serikat setiap tahun menyelenggarakan Corporate Citizenship Award sebagai penghargaan terhadap perusahaan yang peduli terhadap masyarakat sekitar. Salah satunya, berupa kategori Corporate Stewardship yang ditunjukkan dengan implementasi kepemimpinan yang etis  , corporate stewardship dan peningkatan kondisi sosial dalam masyarakat lintas negara.

Dalam hal ini, General Electric merupakan pionir dalam penerapan corporate governance dan manajemen lingkungan. Perusahaan di Indonesia yang telah menjalankan GCC secara konsisten dan berkesinambungan, antara lain Telkomsel dan PT. Telkom. Beberapa waktu yang lalu Telkomsel telah mencanangkan program SMS Infak yang merupakan salah satu upaya perusahaan dalam mewujudkan GCC sebagai wujud tanggung jawab perusahaan. Hal tersebut dimaksudkan agar kehadiran perusahaan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, lingkungan dan negara.

 

Manfaat

Manfaat perusahaan yang menerapkan GCC, yaitu, Pertama, dapat meningkatkan reputasi manajemen. Reputasi merupakan hal yang kritikal bagi kesuksesan perusahaan. Reputasi yang positif perlu dibangun dan dikelola oleh perusahaan  secara serius. Kedua, mempermudah dalam mengelola profil risiko dan manajemen risiko. Beberapa risiko potensial  yang mungkin timbul  perlu dilakukan antisipasi serta mitigasi, sehingga dampak negatif yang merugikan perusahaan dapat diminimalisasi. Ketiga, dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi  terutama pada karyawan level bawah. Perusahaan dapat maju dan berkembang pesat, apabila para karyawan memiliki ide-ide kreatif dan  inovasi yang tinggi yang dapat diaplikasikan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Keempat, dapat meningkatkan efisiensi operasional. Perusahaan yang menerapkan GCC akan berfokus pada tujuan utama, sehingga dapat melakukan perbaikan langsung pada berbagai bidang operasional yang berdampak pada penghematan biaya.

 

Negara kita sedang dilanda berbagai musibah bencana alam, misalnya banjir, tanah longsor, gempa bumi, angin puting beliung dan lain-lain, maka kepedulian perusahaan dalam ikut meringankan beban masyarakat yang terkena dampak bencana menjadi sangat penting. Bahkan masyarakat semakin berat menanggung beban hidup akibat dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak  beberapa waktu yang lalu. Oleh karena itu, sudah saatnya perusahaan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar, sehingga perusahaan dapat mempertahankan sustainable company. Pemerintah bekerjasama dengan pihak terkait dapat menyelenggarakan semacam Corporate Citizenship Award seperti di Amerika Serikat sebagai ajang kompetisi yang sehat di kalangan dunia bisnis sebagai perwujudan tanggung jawab sosial perusahaan kepada publik. Akhirnya semoga semakin banyak perusahaan  yang menjalankan program corporate citizenship sebagai  salah satu implementasi Good Corporate Governance. Amin.***

 

Penulis, Internal Auditor sebuah BUMN dan Dosen Luar Biasa beberapa perguruan Tinggi di Jakarta.

%d bloggers like this: