Lampiran-Permen Ristekdikti No 20 tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor

Lampiran-Permen Ristekdikti No 20 tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor

Advertisements

Permen-Ristekdikti No 20 th 2017-tgl 27 Januari 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor

Permen-Ristekdikti No 20 th 2017-tgl 27 Januari 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor

Alhamdulillah. Blog ini terpilih sebagai Pemenang (No. 1) Top Blog Indonesia Award (TBIA) 2015

Berikut pengumumannya :

Pemenang Blog Award Tahun 2015

Sobat Blogger Indonesia di mana saja berada!

Saat yang ditunggu2 telah tiba dan tahun 2015 telah berlalu meninggalkan kita.
Seperti sebelumnya, Top Blog Indonesia Award (TBIA) Tahun 2015 merupakan sebuah ajang penghargaan yang diberikan kepada pengelola Blog/website/portal dan berbagai jenis layanan konten lainnya yang terdaftar di Direktori Blog Indonesia TopBlogIndonesia.com, baik perseorangan ataupun berkelompok, yang dengan segenap kemampuan, daya upaya dan daya kreatifitasnya telah menuangkan ide, konsep, gagasan dan pikirannya dalam bentuk tulisan maupun gambar secara online.
Acara TBIA tahun 2015 kali ini diikuti oleh sekitar 685 blog yang terdaftar di Direktori Blog Indonesia TopBlogIndonesia.Com. Jujur kami harus akui bahwa teramat sulit bagi kami untuk memilih blog mana yang terbaik tahun ini karena jumlah blog semakin banyak, blognya semakin bagus2, dan masing-masing blog tentunya mempunyai keunikan tersendiri dengan gaya tulisan maupun design blog yang semuanya keren abiiz.
Namun pada akhirnya kami harus memilih satu di antara 685 blog terdaftar untuk dipilih dan menjadi pemenang dalam ajang  TOP BLOG INDONESIA AWARD TAHUN 2015 (TBIA 2015).

Berikut ini adalah data pemenang Blog Award Tahun 2015 :

Data Blog:

Nomor Blog 517
Tgl Terdaftar 22-04-2014
Keterangan Blog ini dimaksudkan untuk Knowledge & Experience Sharing berbagai pengetahuan, terutama yang berkaitan dengan ilmu Akuntansi (Accounting), Pemeriksaan Akuntansi (Auditing), Pemeriksaan Intern (Internal Auditing)  dan Tatakelola Perusahaan (Corporate Governance).
Tag/Label Pendidikan
Pemilik Blog Muh Arief Effendi
Profesi Blogger Auditor
Kota Cilegon
Page Rank 4
Alamat Blog https://muhariefeffendi.wordpress.com/

Pemenang Blog Award akan dihubungi panitia melalui email resmi iniTopblogindonesiacom@gmail.com untuk  pengiriman hadiah dan verifikasi blog.

Hati-hati terhadap penipuan, program ini tidak dipungut biaya sepeserpun.

Selamat bagi pemenang dan yang belum menang jangan sedih dan berputus asa, Insyaa Alloh masih ada kesempatan untuk Blog Award tahun berikutnya….

Terima kasih untuk para sponsor dan partner kami yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Semoga tahun depan lebih banyak lagi partisipasi dari para sponsor sehingga acara pemberian award ini lebih seru lagi dan bisa memberikan award kepada lebih banyak pemenang dengan banyak kategori blog……..salam blogger, sampai jumpa di TBIA tahun berikutnya…, Sobat!

Panitia TBIA 2015

(Sumber : http://www.topblogindonesia.com/p/pemenang-blog-award-tahun-2015.html)

Daftar Artikel Lolos SNA 14 Aceh – 2011

daftar-artikel-lolos-sna-14-aceh-2011-final

Certified Internal Auditor (CIA) – Computer Based Testing

THE CERTIFIED INTERNAL AUDITOR (CIA)

The Certified Internal Auditor® (CIA®) designation is the only globally accepted certification for internal auditors and remains the standard by which individuals demonstrate their competency and professionalism in the internal auditing field. Candidates leave the program enriched with educational experience, information, and business tools that can be applied immediately in any organization or business environment.

Computer Based Testing

The CIA exam is available through computer-based testing, allowing you to test year-round at more than 500 locations worldwide. Through the The IIA’s online Certification Candidate Management System (CCMS), candidates may apply/register for certification programs/exams and access their records online.

Exam Content

The Certified Internal Auditor® (CIA®) exam tests a candidate’s knowledge of current internal auditing practices and understanding of internal audit issues, risks and remedies. The exam is offered in four parts, each part consisting of 100 multiple-choice questions.

Parts 1, 2, and 3 are considered the core global syllabus of the CIA exam – offering a strong focus on corporate governance and risk issues and exhibiting alignment with The IIA’s Professional Practices Framework. Part IV of the CIA exam is designed for modification for regional and audit specialization testing. Hence, The IIA offers Professional Recognition Credit for Part 4 (PRC-4) for qualified professional certifications.

Exam Non-disclosure

The CIA exam is a non-disclosed examination, which means that current exam questions and answers will not be published or divulged. Note: Exam topics and/or format are subject to change as approved by the Board of Regents.

Part 1 – The Internal Audit Activity’s Role in Governance, Risk and Control

Part 2 – Conducting the Internal Audit Engagement

Part 3 – Business Analysis and Information Technology

Part 4 – Business Management Skills

Please see website : http://www.theiia.org/certification/certified-internal-auditor/cia-exam-content

Indeks Quran Tercanggih

Learning Organization & People (Organisasi & Manusia Pembelajar)

LEARNING  ORGANIZATION  &   PEOPLE

(ORGANISASI & MANUSIA PEMBELAJAR)

 

Artikel ini telah dimuat di Majalah Krakatau Steel Group / KSG, Edisi 28 Tahun 3/2008, pada Rubrik “RAGAM”, hlm. 41.

 

Oleh : Muh. Arief Effendi (SPI PT. KS)

 

Dalam era globalisasi dan lingkungan yang penuh ketidakpastian (turbulence environment) mendorong timbulnya organisasi pembelajar (learning organization) dan manusia pembelajar (learning people) di perusahaan. Karyawan sebagai human capital merupakan asset yang tak ternilai harganya di perusahaan. Organisasi pembelajar di suatu  perusahaan dapat memacu para karyawan untuk selalu meningkatkan kompetensi dan kapabilitasnya agar dapat mengikuti perkembangan lingkungan bisnis yang terus menerus berubah.

Orientasi pengembangan sumber daya manusia (human resource) saat ini, menuntut organisasi perusahaan untuk selalu memperhatikan perubahan-perubahan yang terjadi terutama yang di luar organisasi. Kita  menyadari bahwa perubahan terus menerus terjadi sangat cepat. Bahkan semua aspek mengalami perubahan. Di dunia ini, tidak ada yang tetap kecuali perubahan itu sendiri.
Organisasi pembelajar yang efektif  adalah organisasi dimana para karyawan pada semua tingkatan (lini) organisasi secara berkesinambungan selalu melakukan indentifikasi masalah-masalah / risiko  potensial (potential risk) dan peluang-peluang (opportunity) yang mungkin timbul.

 

Organisasi Pembelajar

Organisasi pembelajar adalah organisasi yang memiliki minimal 4 (empat) ciri-ciri sebagai berikut :  (1). Mempunyai kondisi dimana anggota-anggotanya secara individu terdorong untuk belajar dan mengembangkan potensi diri secara berkelanjutan, (2).  Mengembangkan  budaya belajar  tidak hanya di kalangan karyawan saja, namun sampai pada pelanggan (customer) , pemasok (supplier) dan stakeholder lain yang signifikan ,  (3). Menjadikan strategi pengembangan sumber daya manusia (human resources strategy) sebagai pusat kebijakan bisnis; serta (4). Berada dalam lingkungan yang selalu melakukan proses transformasi organisasi secara terus menerus. Proses transformasi organisasi ditunjukkan adanya upaya organisasi untuk secara proaktif melakukan perubahan terhadap semua aspek yang ada didalamnya, termasuk karyawan, kepemimpinan (leaderhip), sumber daya (resources), struktur organisasi maupun proses-proses dalam pertukaran informasi.

Melalui organisasi pembelajar, diharapkan muncul kompetisi yang sehat  pada masing-masing karyawan  untuk selalu memberikan hasil yang terbaik, belajar dari pengalaman serta tidak pernah puas terhadap kinerja yang telah dicapai. Selain itu, organisasi pembelajar diharapkan dapat menjadi alat (tool) untuk memotivasi semangat para  karyawan untuk terus maju dan berkembang bersama perusahaan.


Manusia Pembelajar

Menurut Kaplan & Norton (1996)  dalam perspektif pembelajaran & pertumbuhan  (learning perspective & growth) terdapat tiga faktor yang harus diperhatikan, yaitu kapabilitas karyawan (employee capabilities), kapabilitas sistem informasi (information system capabilities) serta motivasi, pemberdayaan & penyetaraan (motivation, empowerment & alignment)

Manajemen perlu mendorong karyawan yang memiliki keahlian (kapabilitas) bidang tertentu yang spesifik serta mampu melakukan presentasi untuk menjadi instruktur di Pusdiklat untuk menyampaikan pengetahuan & pengalamannya, sehingga terdapat transfer of knowledge yang sangat penting bagi kelangsungan perusahaan. Kewajiban untuk melakukan transfer of knowledge ini terutama ditujukan kepada karyawan yang mendekati pensiun, sehingga kaderisasi lebih berjalan dengan lancar. Apabila diperlukan, meskipun karyawan tersebut telah pensiun, karena memiliki keahlian khusus, masih bisa dimanfaatkan sebagai tenaga instruktur di Pusdiklat.

Karyawan yang termasuk manusia pembelajar ditunjukkan dari sikap untuk selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta bersedia menjalani pendidikan profesi berkelanjutan (PPL) sesuai bidang masing-masing. Manusia pembelajar biasanya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, bersedia berbagi  pengetahuan (knowledge sharing) dan  berbagi pengalaman (experience sharing)  serta menghargai pemikiran (ide) baru dan hasil karya yang inovatif. Agar organisasi pembelajar dapat berjalan dengan lancar, maka  para karyawan perlu saling bertukar informasi (information sharing)  serta saling berbagi pengetahuan & pengalaman (knowledge & experience sharing). Motivasi dan keahlian karyawan tidak cukup untuk menunjang pencapaian visi dan misi organisasi, tanpa ditopang oleh informasi yang memadai.  Dalam hal ini, para karyawan memerlukan informasi yang akurat dan tepat waktu (up to date). Selain itu, para karyawan dituntut untuk selalu berpikir kreatif & inovatif (creative & innovative thinking) sehingga timbul perbaikan yang berkelanjutan (continuous improvement) di segala bidang. Oleh sebab itu, perusahaan harus memberdayakan karyawan serta memberikan kesempatan atau peluang kepada karyawan untuk selalu meningkatkan pengetahuan (knowledge) dan ketrampilan (skill).

Mengingat pentingnya peran organisasi & manusia pembelajar dalam menjaga perusahaan agar tetap eksis dan bersaing (survive), maka sudah saatnya manajemen perusahaan mengembangkan organisasi & manusia pembelajar secara konsisten sehingga dapat tercapai sustainable company sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dalam visi & misi perusahaan.***

%d bloggers like this: