Informasi tentang Certified Risk Management Professional (CRMP)

A. OVERVIEW CRMP

Bagi suatu Organisasi, adanya kegiatan Manajemen Risiko akan menyediakan suatu tingkatan assurance yang wajar dalam memastikan terealisasinya tujuan organisasi. Oleh karena itu Manajemen suatu Organisasi wajib menerapkan manajemen risiko dalam menjaga kesinambungan usaha mereka dengan memastikan kecukupan kerangka kerja manajemen risiko, infrastruktur manajemen risiko dan yang terpenting adanya kecukupan tenaga profesional di bidang manajemen risiko baik secara qualitas maupun kuantitas.

Oleh karena itu diperlukan suatu standarisasi kompetensi profesi manajemen risiko non- Perbankan agar para profesional didalam bidang manajemen risiko yang bekerja diberbagai sektor industri dan Organisasi memiliki drajat kecakapan dan kemahiran manajemen risiko yang cukup dan terukur, sehingga mampu memberikan kontribusi terbaik bagi Organisasi tersebut dalam mencapai tujuannya. Dalam penugasannya, profesi Manajemen Risiko harus meyakinkan terdapatnya aktivitas manajemen yang dapat memberikan keyakinan yang wajar bahwa tujuan Organisasi akan dapat dicapai sehingga nilai Organisasi secara keseluruhan bertambah. Tujuan dari profesi Manajemen Risiko adalah memberikan reasonable guarantee pada suatu Organisasi untuk meningkatkan probabilitas pencapaian tujuan organisasi .

Certified Risk Management Professional (CRMP) dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional di bidang manajemen risiko di sektor rill ataupun organisasi Pelayanan Publik, CRMP telah terdaftar di Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Manajemen Risiko, yang disingkat LSPMR, didirikan pada awal tahun 2008 sebagai wujud kolaborasi dari berbagai organsisasi yang memiliki komitmen dalam mengembangkan kompetensi, dan kecukupan jumlah profesional di bidang Manajemen Risiko non-perbankan. Keanggotaan LSPMR terdiri dari beberapa individu yang mewakili dari berbagai unsur misalnya: dari Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI), Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Unsur Pendidikan tinggi yaitu Sekolah Tinggi Manajemen PPM, dan keterwakilan dari asosiasi profesi Manajemen Risiko Indonesia IRMAPA (Indonesian Risk Management Professional Association). Dewan pengurus juga meliputi tokoh-tokoh Praktisi dan Akademisi dari berbagai institusi lainnya yaitu : Ikatan Akuntan Indonesia kompatermen Manajemen (IAI-KAM), Departemen Keuangan Republik Indonesia (Depkeu RI), Lembaga Komisaris dan Direktur Indonesia (LKDI) dan BP MIGAS yang dipilih berdasarkan kompetensi mereka dalam bidang Manajemen Risiko dan komitmennya untuk mengembangkan profesi Manajemen Risiko di Indonesia.

Garis Besar Program Certified Risk Management Professional (CRMP*)

1. Pembinaan Kompetensi

  • LSPMR telah menjalin kerjasama dengan beberapa Asosiasi, Institusi dan Profesional Manajemen Risiko dan secara bersama-sama kolaborasi ini telah membuat rumusan yang terstruktur dalam pembinaan kompetensi bagi para profesi di bidang manajemen risiko. Salah satu bentuk pembinaan tersebut adalah seperangkat pelatihan untuk meningkatkan nilai tambah yang tinggi dari keberadaan Profesi Manajemen Risiko secara terus menerus. Pelatihan tersebut terdiri atas pelatihan kompetensi dalam rangka menuju sertifikasi (entry level-exam prepatory), dan pemeliharaan kompetensi dalam bentuk Pendidikan Profesi Lanjutan (Continuing Professional Education). Para pemegang gelar Sertifikasi wajib memiliki 20 jam pelatihan lanjutan per tahun, atau setidaknya 40 jam untuk masa 2 tahun. Pelatihan dan ujian yang dikembangkan adalah hasil kolaborasi berbagai ahli Manajemen Risiko, Akademisi dan Praktisi dari berbagai industri dan Lembaga Keuangan Non-Perbankan.
2. Harmonisasi Pembinaan Kompetensi
  • Dalam menjaga kualitas dan profesionalisme para penyandang Sertifikasi Manajemen Risiko secara khusus dan para profesi di bidang Manajemen risiko secara umum, LSPMR telah dan akan menjaga keharmonisan dari berbagai unsur pemangku kepentingan Manajemen risiko, sehingga akan tercipta suatu platform yang mampu menjadi pemersatu atau hamonisasi praktik Manajemen Risiko yang baik di Indonesia. Dalam jangka panjang LSPMR akan memperluas basis pemangku kepentingan agar para pemegang sertifikasi LSPMR dapat berkontribusi dan memberikan nilai tambah kepada masyarakat luas.

B. SYARAT PESERTA UJI CRMP :

  • Mengikuti Ujian Profisiensi Tertulis dan Competency Based Assesment (presentasi & interview)
  • Ujian hanya bisa diikuti oleh peserta yang sudah mengikuti 40 jam pelatihan persiapan (tutorial) ujian  sertifikasi CRMP  sebelum  mengikuti ujian sertifikasisesuai modul yang telah ditetapkan LSPMR.

Bila Peserta yang tidak mengikuti  hingga 2 Sesi Pelatihan dalam satu materi/modul yang sama, tidak diperkenankan  untuk mengikuti ujian atas modul tersebut saja, dan bila/atau tidak  mengikuti pelatihan hingga lebih dari 3 sesi pelatihan atas materi/modul yang berbeda, juga tidak diperkenankan mengikuti keseluruhan ujian Sertifikasi LSPMR.

  • Minimal Sarjana S1 ( Semua Jurusan ) atau setara.
  • Mempunyai pengalaman kerja minimal 3 tahun dalam bidang Risiko atau yang terkait

C. TATA TERTIB UJI TERTULIS CRMP :

  • Setiap pergantian modul ujian tertulis diberikan Istirahat selama 5 menit
  • Peserta ujian  tertulis duduk terpisah masing-masing 1 Meja 1 kursi setiap orang.
  • Peserta Ujian tidak diperkenankan berbicara/mengganggu  satu dengan yang lain.
  • Peserta ujian tidak diperkenankan membawa keluar ruangan ataupun membawa pulang naskah ujian.
  • Bagi peserta yang telah selesai lebih dahulu selesai , dapat langsung beristirahat dan menyerahkan soal ujian kepada  petugas pengawas ujian.

D. TATA TERTIB UJI PRESENTASI/WAWANCARA CRMP :

  • Peserta sudah harus siap dengan materi Presentasi dalam format Power point (Minimal 5 slide, dan Maksimal 10 slide)
  • Peserta akan  mendapat giliran wawancara/Presentasi berdasarkan schedule interview yang akan diberikan oleh LSPMR selambat-lambatnya 1 (satu)hari sebelum assesment dilakukan.

E. UJI CRMP : 

Pada Ujian Sertifikasi CRMP akan diadakan  ujian tertulis untuk setiap Modul, kecuali untuk ModulCase Studydimana ujian dibuat secara komprehensif,dan dilakukan Uji Kompetensi berupa presentasi dan wawancara (Competency Base Assesment / CBA)

Hasil Ujian terdiri atas kategori sebagai berikut :

  • Lulus Murni
  • Belum Berhasil
  • Lulus dengan catatan harus mengikuti kelas review/Pemantapan (Ini hanya khusus berlaku bagi uji kompetensi – presentasi/wawancara untuk modul Case Study)

Kepada seluruh peserta hanya diperkenankan mengikuti ujian ulang maksimal 2 kali, apabila belum berhasil pada ujian pertama (Passing Grade kelulusan score : 65). Hal ini juga berlaku untuk CBA.

F. SILABUS  TUTORIAL CRMP :

MODUL I

  • Session 1 & 2 : Enterprise Risk Management & Good Corporate Governance

MODUL II

  • Session 3 & 4 : Business Quantitative & Measuring Probability

MODUL III

  • Session 5 & 6 & 7 : Financial Risk Management

MODUL IV

  • Session 8 : Risk Management Technique I ( Operational )
  • Session 9 : Risk Management Technique II ( Financial )

MODUL V

  • Session 10 & 11 : Legal Risk Management

MODUL VI

  • Session 12 : Operasional Risk Management

MODUL VII

  • Session 13 : Project Risk Management

MODUL VIII

  • Session 14 : BCM / BCP

MODUL IX

  • Session 15 : Integrated Case Study / Exam Simulation

Ujian Sertifikasi* ( 1 hari )

*ujian dilaksanakan setelah selesai tutorial

Test Proficiency :

  • Modul Enterprise Risk Management 30 min ( 30 Q , Multiple Choice )
  • Modul Business Quantitative 30 min ( 30 Q , Multiple Choice )
  • Modul Finance Risk Management 30 min ( 30 Q , Multiple Choice )
  • Modul Risk Management  Technique 30 min ( 30 Q , Multiple Choice )
  • Modul Legal Risk Management  30 min ( 30 Q , Multiple Choice )
  • Modul Operational  Risk Management  30 min ( 30 Q , Multiple Choice )
  • Modul Project  Risk Management  30 min ( 30 Q , Multiple Choice )

Competency Assessment :

60 min ( Presentation & Interview ) jadwal dilaksanakan sesuai dengan perjanjian 

G. MATERI UJI TERTULIS CRMP :

  1. Business Quantitative/ Measuring Probability (All Multiple Choices) : 30 Minutes
  2. Manging Financial Risk   ( All multiple Choices ) : 30 Minutes
  3. Risk Management Technique ( All Multiple Choices ) : 30 Minutes
  4. Enterprise Risk Management ( All Multiple Choices ) : 30 Minutes
  5. Legal & Business Risk Management (All Multiple Choice30 Minutes
  6. Operational Risk Management (All Multiple Choice ) : 30 Minutes
  7. Project Risk Management (All Multiple Choices) : 30 Minutes

H. MATERI UJI PRESENTASI/WAWANCARA MELIPUTI :

  • Competency Base Assesment (Presentation and Interview)  : 60 Minutes / Participant

Area Kompetensi yang Diujikan pada Competency Based Assesment /presentasi penerapan manajemen risiko pada organisasi masing-masing / InterviewMeliputi :

  •  Enterprise Risk Management (ERM)
  • Risk Management Process and Technique

I. GELAR SERTIFIKASI

Lulusan program sertifikasi ini mendapat gelar profesi Ahli Manajemen Risiko organisasi terintegrasi, dan CRMP (Certified Risk Management Professional) dari International Accreditation Organization (IAO). Bagi pemegang Gelar CRMP, selain memperoleh pengakuan profesi dibidang manajemen risiko korporasi, mereka juga dapat memperoleh kredit akademis bagi yang ingin mengambil gelar studi lanjutan pasca sarjana / Magister Manajemen dengan spesialisasi Manajemen Risiko pada Perguruan tinggi yang memiliki kerjasama dengan LSPMR.  Disamping itu pengakuan juga diberikan oleh Dewan Serfikasi Qualified Internal Auditor bagi para pemegang gelar CRMP, yang dapat langsung mengikuti tingkat 5 dari keseluruhan 5 tingkat pendidikan sertifikasi Internal Auditor untuk mendapatkan gelar QIA. Dalam jangka panjang LSPMR membuka kemungkinan penyetaraan Sertifikasi sejenis dengan Negara lain.

J. INFO LEBIH LANJUT

LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI MANAJEMEN RISIKO (LSPMR).

Gedung Biru Lt. 4
Jl. Kapten Tendean No. 1 – Jakarta Selatan 12710
Phone     : 021-2525 242
Fax        : 021-52963040 – 52963041
Website  : http://www.lspmr.org
Email     : info@lspmr.org

WHAT IS CERTIFIED RISK MANAGEMENT PROFESSIONAL-CRMP

http://www.lspmr.org/html/download.php?id=lihmateri&kode=5

http://www.lspmr.org/html/download.php?id=lihmateri&kode=7

(Sumber : http://www.lspmr.org/html/index.php?id=profil&kode=78&profil=CRMP )

 

Advertisements

Informasi tentang ASEAN Chartered Professional Accountant (ASEAN CPA) dan Cara Pendaftaran ASEAN CPA bagi Anggota IAI

Informasi tentang ASEAN Chartered Professional Accountant (ASEAN CPA) dan Cara Pendaftaran ASEAN CPA bagi Anggota IAI

I. SEKILAS   TENTANG  ASEAN CPA

A. Pendahuluan

Profesi Akuntan harus bersiap Menghadapi ASEAN Economic Community

ASEAN Economic Community (AEC) merupakan sebuah komunitas negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN demi terwujudnya ekonomi yang terintegrasi. Latar belakang terbentuknya AEC ini adalah menjaga stabilitas politik dan keamanan negara-negara ASEAN, meningkatkan daya saing kawasan secara keseluruhan di pasar dunia, dan mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan pembangunan ekonomi yang merata, mengurangi kemiskanan, dan kesenjangan sosial ekonomi, serta meningkatkan  standar hidup penduduk negara anggota ASEAN. Negara-negara yang tergabung dalam AEC memberlakukan system single market dalam melakukan perdagangan barang, jasa, investasi, modal dan tenaga kerja. Salah satu dampak dari berlakunya AEC ini adalah terjadinya perdagangan jasa dan tenaga kerja antar negara-negara yang tergabung di ASEAN, termasuk dalam profesi akuntan.
Dalam menghadapi AEC ini, Pusat Pembinaan Profesi Keuangan telah melakukan strategis sebagai berikut:
1. menyiapkan blue print pengembangan profesi akuntansi di Indonesia,
2. memperkuat regulasi profesi akuntansi,
3. meningkatkan kualitas profesionalisme akuntan Indonesia melalui pendidikan profesional berkelanjutan, dan
4. meningkatkan kerjasama dengan asosiasi profesi, regulator terkait dengan profesi akuntansi.
Dengan strategis yang dilakukan untuk menghadapi AEC ini, diharapkan profesi akuntan Indonesia siap bersaing dengan akuntan dari negara ASEAN lainnya.

Sebagaimana diketahui, mulai tahun 2015, Indonesia memasuki era baru yang dikenal sebagai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC). Hal tersebut  membuka peluang  terbukanya kesempatan bagi akuntan profesional warga negara ASEAN untuk dapat memberikan jasanya melintasi negara-negara ASEAN. Sebagaimana telah disepakati dalam Mutual Recognition Agreement (MRA) yang ditandatangani negara-negara anggota ASEAN pada tahun 2014 silam, jasa akuntansi yang dapat diberikan adalah sepanjang akuntan tersebut tidak menandatangani laporan auditor independen maupun laporan pemberian jasa akuntansi lainnya yang memerlukan izin. Namun demikian, sampai dengan saat ini para pihak masih terus mengkaji kemungkinan pemberian jasa-jasa akuntansi yang lain.

 Seorang akuntan profesional terlebih dahulu harus bersertifikat ASEAN Chartered Professional Accountant (ACPA atau ASEAN CPA) untuk dapat memberikan jasanya di lintas negara ASEAN. Secara garis besar, persyaratan minimum untuk memperoleh sertifikasi ACPA tersebut meliputi kualifikasi pendidikan, persyaratan sertifikasi, persyaratan pengalaman, persyaratan pendidikan profesional berkelanjutan (PPL), dan persyaratan etika yang telah ditetapkan dalam MRA.

Untuk melaksanakan ketentuan MRA tersebut, pada level ASEAN telah dibentuk ASEAN CPA Coordinating Committee (ACPACC). ACPACC merupakan komite yang memiliki otoritas untuk memberikan dan menarik kembali gelar ACPA. Selanjutnya pada level nasional, setiap negara ASEAN membentuk sebuah monitoring committee yang bertugas menetapkan kebijakan, melakukan perancangan, dan mengimplementasikan pelaksanaan MRA pada negara masing-masing. Tugas tersebut antara lain penetapan persyaratan (assessment statement) dan penerimaan permohonan ACPA pada negara yang bersangkutan.

Pemerintah Indonesia sendiri melalui Keputusan Menteri Keuangan telah membentuk monitoring committee yang disebut sebagai Accountancy Monitoring Committee Indonesia (AMCI). Direncanakan pada akhir Oktober 2017 AMCI akan menetapkan assessment stament Indonesia. Dengan demikian, diharapkan efektif per November 2017, akuntan profesional di Indonesia sudah dapat mendaftarkan diri untuk memperoleh sertifikasi ACPA dan memberikan jasanya di negara anggota ASEAN lain.

( Sumber : http://www.pppk.kemenkeu.go.id/News/Details/100  )

B. Tentang AMCI

Back to Homepage

Dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister Negara terdapat perkembangan yang berpengaruh bagi profesi Akuntansi di Indonesia.

Di sisi lain, Indonesia telah memasuki era perdagangan bebas di kawasan Asia Tenggara melalui ASEAN Economic Community pada Desember 2015. Selanjutnya dalam persaingan pasar tunggal ASEAN tersebut, jasa Akuntansi telah disepakati untuk diperdagangkan lintas negara anggota sejak ditandatanganinya MRA on Accountancy pada 24 Agustus 2014. Dimana salah satu hal yang diatur dalam MRA on Accountancy tersebut adalah akuntan publik asing dapat mengajukan izin menjadi akuntan publik atau warga negara asing dapat terdaftar dalam Register Negara Akuntan apabila  telah ada perjanjian saling pengakuan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah negara asal akuntan publik asing atau warga negara asing tersebut begitu pula sebaliknya.

Berdasarkan ketentuan article 6 ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Accountancy Services, masing-masing negara anggota ASEAN harus membentuk Accountancy Monitoring Committee. Selanjutnya pemerintah Indonesia melalui Keputusan Menteri Keuangan telah membentuk Accountancy Monitoring Committee Indonesia (AMCI) yang mempunyai tugas menetapkan kebijakan, melakukan perancangan dan implementasi Pelaksanaan ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Accountancy Services.

Komite Pemantau Akuntansi Indonesia / Accountancy Monitoring Committee Indonesia (AMCI) adalah komite yang bertanggung jawab menyelenggarakan hal-hal terkait pelaksanaan Mutual Recognition Arrangament Jasa Akuntansi se-ASEAN (MRA Akuntansi ASEAN), khususnya di negara Indonesia. MRA Akuntansi ASEAN adalah perjanjian saling pengakuan kualifikasi akuntan profesional se-ASEAN. MRA ditandatangani pada 23-25 Agustus 2014 di Myanmar.

Tugas-tugas utama AMCI antara lain memproses permohonan aplikasi untuk menjadi ASEAN Chartered Professional Accountant (ASEAN CPA), memelihara register ASEAN CPA serta hal-hal lain yang terkait.

C. Sejarah ASEAN CPA.

Perjalanan MRA Akuntansi ASEAN dimulai sejak ditandatanganinya ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) pada Desember 1995 sebagai tonggak  perjanjian perdagangan jasa antarnegara ASEAN. Pada Januari 1996, Coordinating Committee on Services (CCS) dibentuk sebagai salah satu wadah negosiasi perdagangan jasa lintas negara ASEAN.

Dalam CCS dibahas negosiasi perdagangan tidak kurang dari 128 sektor jasa, termasuk akuntansi. Dimulai sejak 1996, hasil nyata pembicaraan terkait MRA akuntansi terlihat pada tahun 2009 dengan ditandatanganinya MRA Framework on Accountancy Services di Chan Am Thailand. Dokumen ini pada intinya hanya mengatur prinsip-prinsip perjanjian saling pengakuan jasa akuntansi di ASEAN dan mendorong dilakukannya MRA bilateral di antara negara-negara ASEAN.

Sejak tahun 2011 negara-negara ASEAN kembali membicarakan MRA dengan tujuan merumuskan perjanjian pengakuan yang lebih operasional. Pada 23-25 Agustus 2014 MRA Akuntansi ASEAN ditandatangani di Yangoon, Myanmar oleh 9 (sembilan) negara ASEAN sedangkan Filipina menandatangani MRA pada November 2014 di Nay Pyi Taw, Myanmar.

Pada intinya, MRA Akuntansi ASEAN mengatur dua hal penting:

  1. Lingkup perdagangan jasa akuntansi lintas batas negara ASEAN

MRA (Pasal 3) menyatakan bahwa jasa-jasa akuntansi dapat diberikan oleh seorang “Akuntan Profesional” warga negara ASEAN di seluruh negara ASEAN, sepanjang akuntan dimaksud tidak menandatangani laporan auditor independen maupun laporan pemberian jasa akuntansi lainnya yang memerlukan izin

  1. Mekanisme saling pengakuan kualifikasi akuntan profesional antarnegara ASEAN

MRA mengatur bahwa “Akuntan Profesional” yang diakui MRA memberikan jasa akuntansi lintas negara ASEAN adalah seorang akuntan yang telah memperoleh sebutan ASEAN Chartered Professional Accountant (ASEAN CPA)

MRA menetapkan persyaratan-persyaratan dan prosedur minimum bagi seorang warga negara ASEAN untuk menjadi ASEAN CPA. Secara garis besar, persyaratan menjadi ASEAN CPA meliputi persyaratan kualifikasi pendidikan, keanggotaan profesi, pengalaman, pendidikan berkelanjutan, dan etika.

D. Menjadi ASEAN CPA

Beradasarkan MRA Akuntansi ASEAN, akuntan Indonesia yang memenuhi persyaratan dapat mengajukan permohonan menjadi ASEAN CPA. Permohonan diajukan kepada AMCI dengan mengisi formulir permohonan serta melengkapi dokumen yang menunjukkan terpenuhinya persyaratan untuk menjadi ASEAN CPA.

Dalam rangka penilaian pemenuhan persyaratan, AMCI dapat meminta dokumen tambahan apabila dirasa perlu dan dengan menyebutkan alasannya. Permintaan tambahan dokumen dilakukan secara tertulis oleh Kepala Sekretariat AMCI dan ditembuskan kepada Ketua AMCI.

E. Registrasi

Pendaftaran silahkan click tautan / link berikut :

http://amci.or.id/?id=Registrasi

Dowload  formulir ASEAN CPA pada link berikut :

Conntact lebih lanjut

Komite Pemantau Akuntansi Indonesia

Accountancy Monitoring Committee Indonesia (AMCI) 
Gedung Djuanda 2 Lantai 19, Jl. Dr Wahidin No.1, Jakarta Pusat, Indonesia
Phone : +6221 – 3452670
Fax     : – 

E-Mail  : info@amci.or.id 

(Sumber : http://www.amci.or.id/)

II. PENDAFTARAN ASEAN CPA BAGI ANGGOTA IAI

A. Pendahuluan

Pendaftaran ASEAN Chartered Professional Accountant (ACPA) bagi Anggota IAI kini telah dibuka. ACPA merupakan tindaklanjut dari ditandatanganinya Mutual Recognition Arrangement on Accountancy Services (MRAA) oleh kesepuluh negara anggota ASEAN pada tahun 2014. Di bawah MRAA, Akuntan Profesional dari seluruh negara ASEAN yangmemiliki kualifikasi dan pengalaman sesuai ketentuan MRAA, dapat mengajukan permohonan untuk menjadi ACPA.

ACPA secara hukum diizinkan untuk memberikan layanan akuntansi di seluruh negara ASEAN (kecuali untuk penandatanganan laporan auditor independen dan penyediaan layanan akuntansi yang memerlukan lisensi domestik) tanpa harus menjalani prosedur pelatihan atau kualifikasi ulang. Sertifikat ACPA akan membuka akses bagi Anggota IAI memasuki pasar di seluruh ASEAN danmenghadirkan peluang baru ke salah satu wilayah ekonomi dengan pertumbuhan tertinggi di dunia.

Indonesia sebagai salah satu negara ASEAN telah membuka pendaftaran ACPA untuk pertama kalinya pada tanggal 19 Oktober s/d 25 Oktober 2017. Untuk selanjutnya, batas waktu pengajuan ACPA ke IAI adalah tanggal 15 (lima belas) pada setiap bulannya. Pengajuan yang lewat dari tanggal 15 (lima belas) akan diproses setelah tanggal 15 (lima belas) pada bulan berikutnya.

B. Yang bisa mendaftar sebagai ACPA:

  • Menjadi salah satu warga negara yang termasuk dalam ASEAN.
  • Memiliki sertifikasi profesi akuntansi. Untuk Indonesia: CA, CPA, CPMA.
  • Memiliki  pengalaman bekerja di profesi akuntansi minimal 3 (tiga) tahun dalam 5 (lima) tahun terakhir.
  • Memenuhi persyaratan SKP sesuai ketentuan organisasi profesi. Sebagai anggota IAI, SKP yang harus dipenuhi adalah minimal 30 SKP dalam 1 (satu) tahun dan 120 SKP dalam kurun 3 tahun.

C. Cara mendaftar:

  • Mengisi formulir pendaftaran ACPA dengan menggunakan bahasa Inggris dan dilengkapi dengan dokumen pendukung (Ijazah, sertifikat CA, dan surat keterangan bekerja).
  • Mengirimkan berkas pendaftaran ke kantor pusat IAI: Grha Akuntan, Jl. Sindanglaya no. 1 Menteng Jakarta Pusat.
  • IAI akan melakukan verifikasi dan approval pengajuan ACPA dan selanjutnya diserahkan kepada AMCI (Accountancy Monitoring Comittee Indonesia) untuk dilakukan verifikasi dan approval lanjutan. Proses berikutnya AMCI akan menyerahkan pengajuan ACPA kepada ACPACC (ASEAN Chartered Professional Accountants Coordinating Comittee). Proses di ACPACC memakan waktu 3 (tiga) bulan sampai dengan diterbitkannya sertifikat ACPA.

Berikut disampaikan formulir dan panduan pendaftaran ACPA.

Untuk keterangan lebih lanjut silakan hubungi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Grha Akuntan, Jl. Sindanglaya no. 1 Menteng Jakarta Pusat. Telp 021-31904232 atau iai-acpa@iaiglobal.or.id.

File Lampiran:

http://iaiglobal.or.id/v03/files/file_berita/1.%20Panduan%20Isian%20Formulir%20ASEAN%20CPA-1.PDF

http://iaiglobal.or.id/v03/files/file_berita/Formulir%20ASEAN%20CPA-2.docx 

( sumber : http://iaiglobal.or.id/v03/berita-kegiatan/detailberita-1030=pendaftaran-asean-cpa-bagi-anggota-iai )

 

 

Informasi tentang Chartered Accountant (CA), Kode Etik Profesi CA, Ketentuan Umum PPL dan yang harus dipenuhi CA Indonesia

Informasi tentang Chartered Accountant (CA), Kode Etik Profesi CA, Ketentuan Umum PPL dan yang harus dipenuhi CA Indonesia

 

I. Informasi tentang Chartered Accountant (CA)

A. CA Kualifikasi Internasional

 

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah menetapkan sebutan Chartered Accountant Indonesia (CA) sebagai kualifikasi akuntan profesional sesuai panduan standar internasional. Penetapan sebutan CA dilaksanakan dalam rangka melaksanakan tujuan pendirian pendidikan akuntan; dan mempertinggi mutu pekerjaan akuntan. Kualifikasi ini juga ditetapkan untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada profesi akuntan; memberikan perlindungan terhadap pengguna jasa akuntan, serta mempersiapkan akuntan Indonesia menghadapi tantangan profesi dalam perekonomian global sebagai anggota International Federation of Accountant (IFAC), IAI telah meluncurkan CA untuk menaati Statement Membership Obligations (SMO) & Guidlenes IFAC. IFAC telah menetapkan International Education Standards (IES) yang memuat kerangka dasar dan persyaratan minimal untuk memperoleh kualifikasi sebagai seorang akuntan profesional. IAI berkewajiban untuk mematuhi IES tersebut sebagai panduan utama pengembangan akuntan profesional Indonesia. Adanya kualifikasi akuntan profesional dengan sebutan CA, diharapkan dapat menjamin dan meningkatkan mutu pekerjaan akuntan yang profesional dan memiliki daya saing di tingkat global sehingga siap menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN.

B. CA Tentukan Kesuksesanmu

CA dibangun dengan mengutamakan integritas dan profesionalisme yang akan menjadi bekal berharga bagi akuntan Indonesia dalam menghadapi persaingan global. CA dengan segenap kompetensi yang melekat di dalamnya, merupakan bentuk pengakuan khusus bagi pemegangnya dalam melaksanakan tanggung jawab untuk mengambil keputusan signifikan di bidang-bidang yang terkait dengan pelaporan keuangan. Lebih jauh, CA kini menjadi identitas personal yang bisa diinisiasikan sebagai sebuah pencapaian penting Akuntan Profesional. CA menjadimilestone  yang akan membuka peluang tak terbatas seorang Akuntan Profesional untuk berkarya lebih lanjut.

Eksistensi CA Indonesia sangat penting dan strategis untuk membangunculture bisnis yang kuat, visioner, memegang teguh nilai-nilai, dan fokus terhadap nilai tambah positif bagi institusinya. Sebagai wadah berhimpunnya akuntan seluruh Indonesia, IAI berkiprah secara optimal untuk mewujudkan akuntan profesional terpercaya, berkualitas tinggi, serta bisa dihandalkan di dunia kerja dan semakin kompetitif dalam dunianya. Untuk itulah IAI memiliki dan komitmen untuk membantu setiap individu yang ingin menciptakan kisah suksesnya sebagai akuntan profesional. IAI akan mewujudkan kisah sukses setiap individu yang siap berinteraksi dengan IAI untuk memenangkan persaingan di era globalisasi yangdistrupted dan penuh peluang baru.

C. Tujuan

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menyelenggarakan ujian CA berdasarkan ketentuan IFAC peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta ketentuan lain yang berlaku. IAI menyelenggarakan ujian CA dengan tujuan untuk mendapatkan Akuntan sebagai Anggota Utama IAI yang memiliki :

  1. Kualifikasi untuk menjalankan peran sebagai Akuntan Profesional yang sesuai kompetensi utama dan kompetensi khusus CA.
  2. Komitmen tinggi terhadap etika, nilai-nilai dan perilaku profesional yang tinggi; dan
  3. Keahlian profesional untuk menjalankan peran tersebut.

Ujian CA diselenggarakan berdasarkan atas prinsip-prinsip dasar, yaitu: kompetensi, objektivitas, independen, integritas, transparan, fairness,adil, dan bertanggung jawab. Setiap peserta dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ujian CA harus melaksanakan ujian dengan berdasarkan pada prinsip-prinsip tersebut, etika profesi, dan ketentuan peraturan yang berlaku yang ditetapkan IAI.

D. Sebutan Profesi

Sertifikat CA diberikan kepada seseorang yang dinilai telah memenuhi kualifikasi untuk menjalankan peran sebagai Akuntan Profesional sesuai kompetensi utama dan kompetensi khusus CA.

Untuk memperoleh sebutan CA, seseorang harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  1. Lulus ujian sertifikasi CA Indonesia yang dilaksanakan oleh IAI; dan
  2. Memiliki pengalaman dan/atau menjalankan praktik keprofesian di bidang akuntansi, baik di sektor pendidikan, korporasi, sektor publik, maupun praktisi akuntan publik yang data di verifikasi paling sedikit 3 (tiga) tahun di bidang akuntansi yang di peroleh dalam 7 (tujuh) tahun terakhir; dan
  3. Sebagai Anggota IAI.

E. Kewajiban Pemegang sertifikat CA

  1. Kewajiban pemegang sertifikat CA adalah sebagai berikut :
  2. Tetap terdaftar sebagai Anggota Utama IAI;
  3. Membayar iuran keanggotaa IAI;
  4. Menjaga nama baik profesi Akuntan dan organisasi IAI;
  5. Menaati dan melaksanakan standar profesi dan kode etik yang ditetapkan IAI;
  6. Menjaga kompetensi melalui Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) sesuai ketentuan IAI;dan
  7. Mematuhi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Peraturan Organisasi serta ketentuan IAI lainnya.
  8. Untuk tetap dapat mempergunakan sebutan profesi, pemegang sertifikat CA harus mengikuti dan menaati seluruh ketentuan dan kewajiban yang ditentukan oleh IAI.

F. Fungsi dan Posisi CA

CA dapat menduduki fungsi dan posisi dalam lingkup :

  1. MANAJERIAL, dengan posisi sebagai Chiel Excecutive Officer (CEO), Chief Financial Officer (CFO), Chief Operating Officer (COO), Direktur BUMN, Direktur Operasional.
  2. OPERASIONAL, dengan posisi sebagai Business Unit Controller, FInancial and Performance Analyst, Cost Accounting Manager, HR Manager, Business Support Manager an Treasurysebagai penanda tangan laporan keuangan perusahaan.
  3. MANAGEMENT CONTROL, dengan posisi sebagai Business Assurance Manager, Risk Manager, Compliance Manager, Internal Auditor.
  4. ACCOUNTING & STAKEHOLDER COMMUNICATIONS sebagai Group Controller, Head of Reporting, Investor Relation Manager, FInance & Accounting Manager.
  5. SEKTOR PUBLIK, seorang CA memiliki kemampuan untuk menduduki posisi sebagai pejabat yang bertanggung jawab terhadap laporan keuangan entitas sektor publik.
  6. AKADEMIK, seorang CA memiliki kemampuan untuk menduduki posisi sebagai dosen, pimpinan fakultas/universitas.
  7. AUDITOR*, seorang CA memiliki kemampuan untuk menduduki posisi sebagai auditor dalam suatu entitas atau institusi.

*) Mengikuti ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan fungsi di posisi puncak inilah seorang CA dapat dikatakan berperan sebagai creditors, enablers, preservers dan reporters untuk menciptakan suitainable value dalam bisnis.

CA dapat mendirikan dan/atau menjadi partner Kantor Jasa Akuntan (KJA) yang bisa memberikan jasa akuntansi seperti jasa pembukuan, jasa kompilasi laporan keuangan, jasa manajemen, akuntansi manajemen, konsultasi manajemen, jasa perpajakan, jasa prosedur yang disepakati atas informasi keuangan, dan jasa sistem teknologi informasi.

(   Sumber : http://iaiglobal.or.id/v03/CA/fungsi-dan-posisi-ca  )

G. Ujian CA

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menyelenggarakan ujian CA berdasarkan ketentuan IFAC peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta ketentuan lain yang berlaku.

IAI menyelenggarakan ujian CA dengan tujuan untuk mendapatkan Akuntan sebagai Anggota Utama IAI yang memiliki :

  1. Kualifikasi untuk menjalankan peran sebagai Akuntan Profesional yang sesuai kompetensi utama dan kompetensi khusus CA.
  2. Komitmen tinggi terhadap etika, nilai-nilai dan perilaku profesional yang tinggi.
  3. Keahlian profesional untuk menjalankan peran tersebut.

Ujian CA diselenggarakan berdasarkan atas prinsip-prinsip dasar, yaitu: kompetensi, objektivitas, independen, integritas, transparan, fairness,adil, dan bertanggung jawab. Setiap peserta dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ujian CA harus melaksanakan ujian dengan berdasarkan pada prinsip-prinsip tersebut, etika profesi, dan ketentuan peraturan yang berlaku yang ditetapkan IA.

Formulir Pendafaran Ujian CA IAI dapat diunduh (download) berikut ini. Formulir Pendaftaran Ujian CA IAI

Adapun Kompetensi dan Silabus CA dapat silahkan  download berikut ini Kompetensi & Silabus Chartered Accountants-CA

Berikut Informasi lengkap tentang CA. informasi-lengkap-tentang-chartered-accountant-ca

sumber : http://iaiglobal.or.id/v03/CA/kompetensi-ca

Jadwal Ujian Chartered Accountant (CA) tahun 2017.

Pelaksanaan Ujian CA:

1 Ujian CA – Periode I Tahun 2017   : 17 – 20 Januari 2017

2 Ujian CA – Periode II Tahun 2017  : 18 – 21 April 2017

3 Ujian CA – Periode III Tahun 2017 : 25 – 28 Juli 2017

4 Ujian CA – Periode IV Tahun 2017: 24 – 27 Oktober 2017

II. Kode Etik Profesi CA

Akuntan Indonesia yang menyandang Sebutan Chartered Accountants (CA) memegang teguh prinsip-prinsip dasar keprofesian yang merupakan kode etik-nya, yaitu :

  1. Tanggung Jawab Profesi

Dalam melaksanakan tanggung jawab sebagai profesional, setiap pemegang CA harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.

  1. Kepentingan Publik

Setiap pemegang CA berkewajiban untuk senantiasa dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.

  1. Integritas

Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap pemegang CA harus memenuhi tanggung jawab profesionalismenya dengan integritas setinggi mungkin.

  1. Obyektivitas

Setiap pemegang CA harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi, dan teknik yang paling mutakhir.

  1. Kerahasiaan

Setiap pemegang CA harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dengan berhati-hati, pemegang CA mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.

III. Ketentuan Umum PPL

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IAI telah mengatur dan menetapkan bahwa seluruh Anggota IAI berkewajiban mengikuti PPL.

Peraturan menteri Keuangan (PMK) Nomor 25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister Negara mewajibkan seluruh Akuntan untuk menjaga kompetensi melalui PPL dan menyampaikan realisasi PPL kepada Ikatan Akuntan Indonesia.

Pasal 16 PMK 25/PMK.01/2014 antara lain menyebutkan PPL dapat ditempuh melalui PPL yang diselenggarakan oleh IAI, PPAJP dan/atau pihak lain yang diakui oleh IAI dan/atau PPAJP.

Akuntan wajib mengikuti PPL paling sedikit berjumlah 30 (tiga puluh) Satuan Kredit PPL (SKP) setiap tahun. Sebagai anggota International Federation of Accountant (IFAC) IAI mewajibkan 120 SKP bagi setiap Akuntan selama 3 (tiga) tahun.

( Sumber : http://iaiglobal.or.id/v03/CA/kewajiban-ca )

IV. Yang harus dipenuhi sebagai CA Indonesia

a. Apasaja Kriteria yang Harus Dipenuhi untuk Memperoleh Gelar CA  Indonesia?

CA diberikan kepada Anggota Utama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), yaitu Akuntan Profesionalyang memenuhi seluruh kriteria berikut:

1. memiliki register akuntan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan
2. memiliki pengalaman dan/atau menjalankan praktik keprofesian di bidang akuntansi, baik di sektor pendidikan, korporasi, sektorpublik, maupun praktis iakuntan publik; dan
3. Menaati dan melaksanakan StandarProfesi; dan
4. Menjaga kompetensi melalui pendidikan profesional berkelanjutan.
b. Mengapa IAI Meluncurkan Gelar CA Indonesia?
1. Mentaati Statement Membership Obligations& Guidelines International Federation of Accountants (FAC);
2. Memberinilai tambah Akuntan Beregister Negara;
3. Persiapan dalam menghadapi ASEAN Economic Community 2015;
4. Persiapan menyongsong RUU tentang Pelaporan Keuangan.
c. Apa Benefit Memperoleh Gelar CA Indonesia?
1. Pengakuan sebagai Akuntan Profesional sesuai dengan panduan internasional (IFAC);
2. Dijaga kompetensinya sesuai dengan ketentuan IAI yang mengacu ke standar internasional;
3. Pengakuan sebagai Akuntan Profesional yang diberikan tanggung jawab untuk mengambil keputusan yang signifikan dalam bidang-bidang yang terkait dengan pelaporan keuangan untuk kepentingan public;
4. Dapat diakui oleh Professional Accountancy Organization negara lain (tidak perlu menempuh beberapa mataujian).
d. Apakah CA dapat dicantumkan di belakang nama seperti gelar lainnya?
Ya, sebutan CA dapat dicantumkan di belakang nama, setelah penulisan gelar Ak.Misalnya menjadi: Bunga, SE.,Ak., CA.
e. Bagaimana Cara Mendapatkan Gelar CA Indonesia?
Permohonan untuk menjadi Anggota Utama/Penerima Sertifikat CA IAI harus diajukan secara tertulis dengan melengkapi persyaratan sebagai berikut:
a. mengisi formulir keanggotaan yang memuat data-data anggota, pernyataan kesediaan memenuhi kewajiban  sesuai ketentuan dalam AD/ART dan peraturan organsiasi IAI serta kesediaan untuk diproses dan menerima sanksi penegakan disiplin keanggotaan sesuai mekanisme yang berlaku dalam hal tidak memenuhi kewajibannya sebagai anggota IAI; dan
b. melengkapi dokumen administrasi pendukung sebagai berikut:
1. pas Foto 3×4 sebanyak 1 (satu) lembar;
2. kopi Register Negara untuk Akuntan;
3. Ijazah, dan
4. surat keterangan pengalaman menjalankan praktik keprofesian di bidang akuntansi baik di sektor pendidikan, korporasi, sektor publik, maupun praktisi akuntan publik;
5. Bukti pembayaran uang pangkal dan iuran tahunanAnggotaUtama.
f. Dimana Tempat Pendaftaran CA Indonesia?
Permohonan untuk menjadi Anggota Utama/Penerima Sertifikat CA IAIdapat dilakukan secara langsung dikantor IAI Pusat, 30 IAI Wilayah yang tersebar di seluruh Indonesia, maupunKnowledge Center IAI; atau secara tidak langsung dengan menyampaikan formulir pendaftaran melalui fax, email, atau online dari internet.
g. Apasaja  yang dapat diakui sebagai Pengalaman Praktik Keprofesian di Bidang Akuntansi?
Pengalaman menjalankan praktik keprofesian di bidang akuntansi calon Anggota Utama/Penerima Sertifikat CA IAI dapat diperoleh dari:
a. pengalaman bekerja di bagian akuntansi pada suatu entitas;
b. pengalaman sebagai pengajar atau dosen di bidang akuntansi;
c. pengalaman sebagai auditor atau pemeriksa di bidang keuangan pada Badan Pemeriksa Keuangan, Kementerian/Lembaga Non Kementerian, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, atau Kantor Akuntan Publik; atau
d. pengalaman di bidang akuntansi lainnya.
h. Berapa lama prasyarat jangka waktu pengalaman praktik yang diwajibkan?
Jangka waktu pengalaman menjalankan praktik keprofesian di bidang akuntansi calon Anggota Utama/Penerima Sertifikat CA IAIadalah minimal selama 3 (tiga) tahun.
Pendidikan Profesi Akuntansi diakui sebagai pengalaman menjalankan praktik keprofesian di bidang akuntansi selama 1 (satu) tahun.
i. Apakah pengalaman praktik harus dibuktikan dengan surat keterangan bekerja?
Ya.Penilaian pengalaman dibuktikan dengansurat keterangan pengalaman menjalankan praktik keprofesian di bidang akuntansi baik di sektor pendidikan, korporasi, sektor publik, maupun praktisi akuntan publik ditandatangani olehpejaba tberwenang.
Dapat juga menggunakan SK pengangkatan sebagai karyawan, atau bagi Akuntan publik denganizin Akuntan Publikdari Kemenkeu.
j. Apa saja Kewajiban Pemegang Sebutan CA?
Mempertahankan keanggotaannya di IAI dan memenuhi semua kewajibannya sebagai Anggota Utama IAI.
Meningkatkan kompetensinya dengan mengikuti kegiatan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) secara terus menerus sekurang-kurangnya 120 Satuan Kredit PPL (SKP) dalam periode 3 (tiga) tahun dan harus memenuhi sekurang-kurangnya 30 SKP dalam 1 (satu) tahun.
Menaati dan melaksanakan kode etik dan standa rprofesi.
k. Apakah Gelar CA dapat dicabut?
Ya. DPN IAI berwenang mencabut gelar CA apabila Anggota Utama tidak memenuhi kewajibannya sesuai mekanisme penegakan disiplin anggota yang berlaku.
l. Apa saja bentuk Kegiatan PPL yang dapat diakui IAI?
IAI mengakui dua jenis kegiatan PPL yaitu:
1. Kegiatan terstruktur tatap muka, yaitu: pelatihan; kursus; lokakarya; diskusi panel; seminar; konferensi; konvensi; simposium; atau program pasca sarjana pada bidang studi yang relevan.
2. Terstruktur Non-tatap Muka, yaitu: program belajar jarak jauh; penulisan artikel, makalah, atau buku dengan materi yang relevan dan dipublikasikan;riset profesional atau studi terhadap bidang-bidang yang relevan;menjadi anggota Dewan Penguji pada organisasi profesi yang mengharuskan yang bersangkutan menyiapkan atau mereview materi-materi yang bersifat teknis; atau menjadi anggota dalam komite-komite teknis yang dibentuk dan/atau diakui oleh IAI.
m. Bagaimana Mekanisme Pengakuan Kegiatan PPL?
Pemegang Gelar CA melaporkan kegiatan PPL yang diikutinya setiap tahun dengan melampirkan copy sertifikat dan atau agenda kegiatan yang diikutinya setiap tahun
n. Apakah IAI mengakui kegiatan PPL yang dilaksanakan selain oleh IAI?
Ya.Penyelenggara kegiatan PPL Non-IAI yang dapat diakui adalah:
1. organisasi profesi akuntansi yang merupakan anggota International Federation of Accountants;
2. Asosiasi Profesi Mitra IAI;
3. institusi yang diakui pemerintah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku; dan
4. institusi lainnya yang memiliki kredibilitas tinggi sesuai ketetapan DPN.
o. Apakah pemegang CA harus membayar untuk mengikuti kegiatan PPL IAI?
IAI menyelenggarakan pelatihan yang berbayar dan gratis. Pemegang CA seperti anggota IAI lainnya berhak mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh IAI secara gratis bagi anggota. Jika pemegang CA ingin mengikuti pelatihan yang berbayar, maka mereka berhak atas harga khusus atau diskon yang diberlakukan untuk anggota I

Sumber : http://iaisertifikasi.blogspot.co.id/2013/04/yang-harus-dipenuhi-sebagai-ca-indonesia.html

Informasi tentang Sertifikasi Qualified Internal Auditor (QIA) dan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) bagi Pemegang Gelar QIA

Informasi tentang Sertifikasi Qualified Internal Auditor (QIA) dan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) bagi  Pemegang Gelar QIA

 1. Pendahuluan

Qualified Internal Auditor (QIA) adalah sertifikasi profesi dalam bidang audit internal yang menunjukkan kualitas dan profesionalisme dari individu yang memilikinya. Sertifikat QIA juga merupakan pengakuan bahwa yang bersangkutan telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sejajar dengan kualifikasi auditor internal tingkat internasional.
Sertifikat QIA diberikan oleh suatu lembaga yaitu Dewan Sertifikasi Qualidied Internal Auditor (DS-QIA) yang terdiri dari para pakar maupun praktisi senior dalam bidang audit internal. Sampai saat ini, Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA) adalah satu-satunya lembaga yang diberi wewenang oleh DS-QIA untuk menyelenggarakan pendidikan audit intern dan ujian Sertifikasi QIA.

2.   Road To QIA

Program Sertifikasi QIA dapat diikuti oleh masyarakat luas yang berprofesi sebagai auditor ataupun mahasiswa dari perguruan tinggi yang memiliki kerjasama pendidikan audit intern dengan DS-QIA. Persyaratan umum adalah memiliki pendidikan formal D3 dan pengalaman kerja sebagai internal auditor/ekuivalen selama 1 tahun.

Program Sertifikasi QIA didapat harus dengan mengikuti pelatihan audit internal yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA) melalui beberapa jenjang pelatihan yaitu Tingkat Dasar, Tingkat Lanjutan dan Tingkat Manajerial. Di setiap jenjang pelatihan peserta diberikan ujian sertifikasi dari setiap materi pelatihan.

Dengan menggunakan kerangka acuan kompetensi audit internal (Competency Framework for Internal Auditing – CFIA), Common Body of Knowledge The Institute of Internal Auditors (IIA), Content Specification Outline (CSO) ujian CIA (Certified Internal Auditor), serta memasukkan kebutuhan pengetahuan dan keterampilan praktik audit internal di Indonesia maka Skema Sertifikasi Qualified Internal Auditor (QIA) adalah seperti di bawah ini :

Sertifikat QIA hanya dapat diberikan kepada peserta yang telah memiliki pengalaman kerja dalam bidang audit internal paling sedikit selama 1 tahun dan telah lulus dari ± 23 materi ujian yang diselenggarakan dalam 5 (lima) jenjang pendidikan.

Bagi calon peserta yang memiliki latar belakang pendidikan, pelatihan dan pengalaman kerja di bidang auditing, dapat mengajukan pertimbangan penempatan (waiver) kepada DS-QIA dengan mengirimkan biodatanya (curriculum vitae) secara online di sub menu Sertifikasi: CV untuk placement, atau melalui email dsqia@yahoo.co.id. DS-QIA di dalam pertemuan mingguannya akan menetapkan dan memberitahukan hasil keputusan penempatannya.

3.   Silabus Ujian Sertifikasi QIA

Materi sertifikasi QIA menggunakan kerangka acuan kompetensi audit internal (Competency Framework for Internal Auditing – CFIA), Common Body of Knowledge The Institute of Internal Auditors (IIA), Content Specification Outline (CSO) ujian CIA (Certified Internal Auditor), serta memasukkan kebutuhan pengetahuan dan keterampilan praktik audit internal di Indonesia.

Materi Sertifikasi QIA meliputi pengetahuan dan keterampilan yang perlu dikuasai oleh auditor internal di setiap jenjang/tingkat pelatihan.

Tingkat Dasar wajib memahami:

  1. Fondasi Audit Internal
  2. Standar Profesi Audit Internal
  3. Akuntansi Keuangan
  4. Manajemen Keuangan
  5. Perilaku Organisasi
  6. Pengendalian Internal & Manajemen Risko
  7. Perencanaan & Perangkat Penugasan Audit
  8. Teknologi Informasi I
  9. Perpajakan
  10. Ketrampilan Manajemen

Kesepuluh materi diberikan dalam 2 (dua) jenjang pelatihan dan ujian sertifikasi yaitu Tingkat Dasar I dan Tingkat Dasar II. Sertifikat Audit Internal Tingkat Dasar akan diberikan setelah lulus semua materi ujian.

Tingkat Lanjutan wajib memahami:

  1. Pelaksanaan Penugasan Audit
  2. Perencanaan Audit Tahunan
  3. Audit Sampling
  4. Teknologi Informasi II
  5. Manajemen Operasi
  6. Lingkungan Bisnis Global
  7. Fraud Risk and Control
  8. Komunikasi Penugasan Audit
  9. Jenis Penugasan Audit
  10. Akuntansi Manajemen
  11. Teknologi Informasi III

Kesebelas materi diberikan dalam 2 (dua) jenjang pelatihan dan ujian sertifikasi yaitu Tingkat Lanjutan I dan Tingkat Lanjutan II. Sertifikat Audit Internal Tingkat Lanjutan akan diberikan setelah lulus semua materi ujian.I

Tingkat Manajerial wajib memahami:

  1. Peran Audit Internal dalam Corporate Governance dan Manajemen Risiko
  2. Corporate Governance
  3. Penugasan Assurance dan Consulting
  4. Quality Assurance and Improvement Program
  5. Perkembangan Internal Auditor
  6. Manajemen Audit Internal
  7. Komunikasi dalam Audit Internal
  8. Manajemen Stratejik
  9. Leadership dan Change Management
  10. Teknik Presentasi

Semua materi tersebut akan diuji secara tertulis dan bersifat komprehensif. Selain itu peserta diwajibkan menyusun paper/makalah untuk dipresentasikan di hadapan Penguji/Anggota DS-QIA. Penyusunan paper/makalah di Tingkat Manajerial harus asli/original sesuai dengan pengalaman dan kondisi organisasi/perusahaan tempat bekerja.

4.   Regristrasi Sertifikasi QIA

Untuk pertanyaan perihal pendaftaran sertifikasi QIA YPIA, silakan menghubungi bagian marketing di nomor telpon : 021 – 798 5555, atau bisa melalui email di info@ypia.co.id / marketingypia@gmail.com

Yayasan Pendidikan Internal Audit

Address: L’Avenue Office Tower, 17th Floor. Jl Raya Pasar Minggu, Kav. 34, Pancoran – Jakarta Selatan, 12780 (website http://ypia.co.id/)

DIKLAT YPIA

 

5.   Sekilas Tentang Dewan Sertifikasi Qualified Internal Auditor (DS-QIA)

Dewan Sertifikasi Qualified Internal Auditor (DS-QIA) adalah sebuah lembaga sertifikasi profesi yang independen dengan tugas pokok mengelola pemberian Sertifikasi Qualified Internal Auditor, dan menentukan Standar, Kode Etik Profesi, serta menyelenggarakan Ujian Sertifikasi QIA. Proses pendirian DS-QIA tidak terlepas dari sejarah berdirinya Yayasan Pendidikan Internal Auditor (YPIA). YPIA didirikan di Jakarta pada tanggal 17 April 1995. Latar belakang didirikan YPIA adalah adanya desakan kebutuhan. Kebutuhan tersebut adalah keinginan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme internal auditor di Indonesia, serta belum adanya lembaga pelatihan profesi internal audit dengan standar internasional yang memadai dan berkesinambungan.

Pendiri YPIA adalah Pengurus Forum Komunikasi Satuan Pengawasan Intern (FKSPI) BUMN/D periode 1992 – 1995, yaitu Hiro Tugiman (Ketua Umum), Soedar Kendarto (Sekretaris Umum), FX Sriharto (Ketua IV), dan Darwis A. Rahman (Bendahara), yang didukung oleh Soedarjono (Kepala BPKP), Martiono Hadianto (Dirjen Pembinaan BUMN Dept. Keuangan RI, dan Direksi 5 (lima) BUMN yaitu Setyanto P. Santosa (Direktur Utama PT Telkom), Ridwan Fatarudin (Direktur Utama PT MNA), Sjaiful Amir (Direktur Keuangan PT Pusri), Ida Bagus Putu Sarga (Direktur Utama PT Jasa Raharja), dan Ahmad Soebianto (Deputi Ketua BPIS). Kelahiran DS-QIA didahului dengan pembicaraan pada waktu Rapat Kerja FKSPI BUMN/BUMD Wilayah Jawa Timur di Malang tanggal 30 Maret 1996 antara eksponen (pengurus) FKSPI BUMN/BUMD yang berada dalam kepengurusan YPIA dan pengurus yang lain serta pejabat BPKP, yaitu tercetusnya ide untuk memperkokoh hasil pelatihan dari YPIA berupa pemberian sertifikat profesi.

Gagasan ini selanjutnya dimatangkan dengan pertemuan di Bandung tanggal 13 April 1996. Pada pertemuan tersebut dideklarasikan apa yang kemudian disebut “Deklarasi Bandung“  sbb :

  1. Mengusulkan terbentuknya Ikatan Internal Auditor Indonesia (IIAI), atau sekarang menjadi Perhimpunan Auditor Internal Indonesia (PAII)
  2. Melaksanakan program sertifikasi Qualified Internal Auditor (QIA)
  3. Mengusulkan terbentuknya Dewan Sertifikasi QIA

Maka dengan Surat Keputusan FKSPI No. KEP/15/FKSPI/VIII/1996 dibentuklah DS-QIA di Jakarta pada tanggal 21 Agustus 2006 dengan susunan keanggotaan DS-QIA untuk periode awal (1996 – 2001). Keanggotaan DS-QIA saat ini terdiri dari unsur-unsur :

  1. Forum Komunikasi Satuan Pengawasan Intern (FKSPI)
  2. Pemerintah/Sektor Publik
  3. Institute of Internal Auditors (IIA) Indonesia
  4. Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA)
  5. Perhimpunan Auditor Internal Indonesia (PAII)
  6. Akademisi/Perguruan Tinggi
  7. Praktisi Audit Internal
  8. Klien Internal Audit (Anggota BoD)
  9. Komunitas/masyarakat

6.   Penentuan Kredit Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL)

Qualified Internal Auditor wajib mengikuti PPL sekurang-kurangnya 180 jam dalam waktu 3 tahun yang bisa ditempuh melalui:

a. Jalur Pendidikan

  • Peserta seminar/pelatihan/workshop di dalam negeri = 10 jam per hari.
  • Peserta seminar/pelatihan/workshop di luar negeri = 20 jam per ha ri.
  • Moderator seminar = 20 jam.
  • Pembicara  seminar =  40 jam.
  • Pengajar pelatihan bidang auditing (related to auditing) = sesuai jam efektif menga jar.
  • Kegiatan pembinaan dan pengembangan auditor di kantor sendiri = sesuai jam efektif.

b. Jalur Publikasi

  • Penulisan artikel = 20 jam/tiap artikel.
  • Penulisan diktat (modul) = 30 jam/tiap diktat (modul).
  • Penterjemahan buku = 30 jam/tiap buku.
  • Penulisan buku = 60 jam/tiap buku.
  • Editor/penyunting penulisan buku = 30 jam/tiap buku.

c. Jalur Praktisi

  • Profesi sebagai auditor dalam 1 (satu) tahun penuh sesuai dengan jam  penugasan maksimal diakui 30 (tiga puluh) jam.
  • Keanggotaan organisasi profesi = 15 jam/tahun.

Terkait urusan PPL silahkan hubungi :

Dewan Sertifikasi Qualified Internal Auditor (DS QIA)

Graha Permata Pancoran Blok B5-B6

Jl. Raya Pasar Minggu Kav. 32 Pancoran Jakarta 12780 Tlp. 021- 7972255 Fax. 021- 79192950 Email: office@dsqia.com dan dsqia@yahoo.co.id , alamat website DSQIA : http://www.dsqia.com/

7.   Kode Etik QIA

Tujuan

Sebagai suatu profesi, ciri utama auditor internal adalah kesediaan menerima tanggung jawab terhadap kepentingan pihak-pihak yang dilayani. Agar dapat mengemban tanggung jawab ini secara efektif, auditor internal perlu memelihara standar perilaku yang tinggi. Oleh karenanya, Dewan Sertifikasi Qualified Internal Auditor dengan ini menetapkan Kode Etik bagi para auditor internal.

Penetapan

Kode Etik ini memuat standar perilaku sebagai pedoman bagi seluruh auditor internal. Standar perilaku tersebut membentuk prinsip-prinsip dasar dalam menjalankan praktik audit internal. Para auditor internal wajib menjalankan tanggung jawab profesinya dengan bijaksana, penuh martabat, dan kehormatan. Dalam menerapkan Kode Etik ini auditor internal harus memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pelanggaran terhadap standar perilaku yang ditetapkan dalam Kode Etik ini dapat mengakibatkan dicabutnya keanggotaan auditor internal dari organisasi profesinya.

Standar Perilaku Qualified Internal Auditor.

  1. Auditor internal harus melaksanakan pekerjaannya dengan kejujuran, kesungguhan dan tanggung jawab.
  2. Auditor internal harus mentaati hukum dan membuat pengungkapan sesuai hukum dan profesinya.
  3. Auditor internal tidak boleh secara sadar terlibat dalam kegiatan yang ilegal, atau terlibat dalam kegiatan yang dapat mendiskreditkan profesi audit internal atau mendiskreditkan organisasinya.
  4. Auditor internal harus menghormati dan menyumbang kepada tujuan organisasi yang sah dan etis.
  5. Auditor internal tidak boleh berpartisipasi dalam kegiatan atau hubungan apapun yang dapat atau patut diduga dapat mengurangi kemampuannya untuk melakukan assessment secara objektif. Termasuk dalam hal ini adalah kegiatan atau hubungan yang menimbulkan konflik dengan kepentingan organisasinya.
  6. Auditor internal tidak boleh menerima imbalan dalam bentuk apapun yang dapat, atau patut diduga dapat mempengaruhi pertimbangan profesionalnya.
  7. Auditor internal harus mengungkapkan semua fakta-fakta penting yang diketahuinya, yaitu fakta-fakta yang jika tidak diungkapkan dapat mendistorsi laporan dari kegiatan yang direviu.
  8. Auditor internal harus bersikap hati-hati dalam menggunakan dan menjaga informasi yang diperoleh dalam pelaksanaan tugasnya.
  9. Auditor internal tidak boleh menggunakan informasi untuk mendapatkan keuntungan pribadi, atau untuk hal-hal yang dapat merugikan tujuan organisasi yang sah dan etis.
  10. Auditor internal hanya melakukan jasa yang dapat diselesaikan dengan menggunakan pengetahuan, keahlian, dan pengalaman yang dimilikinya.
  11. Auditor internal melakukan jasa audit internal sesuai dengan Standar Profesi Audit Internal.
  12. Auditor internal harus senantiasa meningkatkan keahlian dan efektivitas, serta kualitas dari jasa yang diberikan

8.   Perkembangan

Mulai Oktober 2002 Sertifikat QIA diakui organisasi profesi internasional yaitu The Institute of Internal Auditors (IIA) yang berpusat di Florida, Amerika Serikat. Ini berarti Sertifikat QIA sejajar dengan sertifikat profesi internal audit lainnya di 36 (tiga puluh enam) negara di dunia. Sampai dengan tahun 2013, The Institute of Internal Auditors (IIA) global telah memberikan pengakuan dalam bentuk professional regonition eligibility dalam mengikuti Ujian CIA Part 4 kepada Pemegang Sertifikat QIA yang telah mengikuti pelatihan dan ujian QIA di YPIA. Ke depannya QIA akan menjadi Local Certification yang diendorse oleh IIA. Hal ini akan menambah kepercayaan diri para QIA bahwa sertifikasi yang dimilikinya telah mengikuti standar IIA.

Saat ini pemegang Sertifikat QIA mendapatkan manfaat lebih dengan adanya kerjasama DS-QIA dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Manajemen Risiko (LSPMR), yaitu dengan diakuinya beberapa modul sertifikasi QIA, sehingga para QIA yang ingin mendapatkan Sertifikat Certified Risk Management Professional (CRMP) waktunya menjadi lebih singkat dengan biaya yang lebih terjangkau.

Guna memelihara kualitas pelaksanaan tugasnya, pemegang sertifikat QIA wajib mematuhi standar dan kode etik profesi yang dikeluarkan Dewan Sertifikasi, dan wajib mengembangkan dirinya melalui Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) paling sedikit 180 jam dalam 3 (tiga) tahun.

Untuk memajukan bidang audit internal di dunia pendidikan, saat ini DS-QIA mengembangkan pola Kerjasama Pendidikan Audit Internal (KPAI) dengan beberapa perguruan tinggi di berbagai kota dalam memberikan pelatihan dan sertifikasi audit internal tingkat dasar dan tingkat lanjutan di kalangan mahasiswa, sehingga mereka memiliki nilai lebih saat memasuki dunia kerja di berbagai perusahaan. Dengan adanya kerja sama ini jangkauan pelatihan dan pengembangan sertifikasi bidang audit internal lebih merata, dan menjadikan audit internal sebagai suatu profesi yang dituntut memiliki disiplin ilmu tersendiri. Pemegang sertifikat QIA di seluruh Indonesia, mulai dari staf yunior hingga direksi dari berbagai instansi BUMN, BUMD, BUMS serta dari sektor publik/Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) mencakup seluruh strata sampai dengan tingkat Inspektur Jenderal/Inspektur Utama dan Wakil Menteri. Disamping itu tercatat pula pemegang gelar QIA yang berasal dari kalangan perguruan tinggi, LSM, rumah sakit, lembaga keagamaan, maupun para individu.

( sumber : http://www.dsqia.com dan http://www.ypia.co.id )

Informasi tentang Ujian Sertifikasi CPA of Indonesia Exam dan kewajiban PPL bagi Pemegang Gelar CPA Indonesia.

Informasi tentang Ujian Sertifikasi CPA  of Indonesia Exam dan kewajiban PPL bagi Pemegang Gelar CPA Indonesia.

I. PENDAHULUAN

Ujian Profesi Akuntan Publik yang juga disebut “CPA of Indonesia Exam” diselenggarakan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia berdasarkan UU RI Nomor 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik dalam rangka untuk meyakinkan ketersediaan sumber daya manusia profesi Akuntan Publik yang memiliki kompetensi dan keahlian profesional yang dilandasi nilai-nilai, etika dan perilaku profesional sesuai standar internasional. CPA of Indonesia Exam terbagi dalam tiga tingkat, yaitu: Ujian Tingkat Dasar, Ujian Tingkat Profesional dan Ujian penilaian kompetensi rekan perikatan audit. CPA of Indonesia Exam mengadopsi International Education Standards yang diterbitkan International Federation of Accountants (IFAC).Pemegang sertifikat tertentu dari IAPI berhak mendapatkan ASEAN Chartered Professional Accountant (ACPA) sesuai ketentuan yang berlaku dalam Mutual Recognition Arrangement – ASEAN Economic Community.

II. UJIAN TINGKAT DASAR

Ujian tingkat dasar adalah ujian yang bersifat “entry exam” Ujian Profesi Akuntan Publik. Pada ujian ini seseorang akan diuji kemampuan dan pengetahuan dasarnya pada bidang akuntansi, auditing, keuangan dan bisnis sehingga diharapkan memiliki konsep dan pemahaman yang memadai untuk melanjutkan ujian pada tingkat profesional dan ujian tingkat penilaian kompetensi rekan perikatan audit. Seseorang yang telah menyelesaikan ujian ini diekspektasikan memiliki kompetensi dasar berupa kemampuan untuk menjelaskan, membedakan, dan menerapkan konsep dasar bidang tersebut, serta kemampuan analisis dan evaluasi untuk menyelesaikan masalah yang sederhana, tidak ambigu dan tidak kompleks Peserta yang telah lulus ujian ini akan mendapatkan sertifikat “Associate Certified Public Accountant of Indonesia” (A-CPA).

III. UJIAN TINGKAT PROFESIONAL

Ujian pada tingkat ini peserta akan diuji pengetahuan dan kompetensi bidang akuntansi, auditing, keuangan dan bisnis pada tingkat kemampuan intermediate, sehingga secara profesional mampu untuk menyelesaikan masalah secara mandiri dengan supervisi minimal. Peserta akan diuji untuk mendemonstrasikan kemampuan dan kompetensinya dalam menyelesaikan masalah yang cukup kompleks dan ambigu, pada area tertentu yang memerlukan professional judgment pada tingkat menengah. Selain kemampuan teknis bidang akuntansi, auditing, keuangan dan bisnis, seseorang yang mengikuti ujian pada tingkat ini harus mendemonstrasikan keahlian profesionalnya dalam penerapan pengetahuan untuk pemecahan masalah yang dilandasi dengan pemahaman yang baik tentang etika profesi, menunjukkan nilai-nilai dan perilaku profesional yang baik. Untuk dinyatakan telah menyelesaikan pada tingkat ini, peserta harus telah memiliki pengalaman kerja yang relevan pada bidang akuntansi, auditing, keuangan dan bisnis minimal 3 tahun. Ujian ini ditujukan untuk mendapatkan seseorang yang telah memiliki kompetensi memadai untuk menjalankan peran sebagai auditor profesional pada KAP atau peran lain yang relevan. Peserta yang telah menyelesaikan ujian ini dan memenuhi semua persyaratan akan mendapatkan sertifikat “Certified Public Accountant ” (CPA) .

IV. UJIAN PENILAIAN KOMPETENSI REKAN PERIKATAN AUDIT

Ujian pada tingkat lanjutan ini ditujukan mendapatkan seseorang yang memiliki kompetensi yang memadai untuk berperan sebagai Akuntan Publik. Pada ujian ini, sebelumnya peserta harus telah menyelesaikan ujian tingkat profesional dan pengalaman pada bidang audit dan asurans atas informasi keuangan. Pada ujian tingkat ini peserta harus mendemontrasikan kemampuan untuk mengintegrasikan pengetahuan pada berbagai bidang akuntansi, keuangan, auditing, bisnis dan area lain yang relevan dalam rangka melaksanakan audit untuk memberi opini atas laporan keuangan yang dilandasi dengan kemampuan berupa keahlian profesional dan nilai – nilai, etika dan perilaku profesional. Pada ujian tingkat ini peserta mampu untuk melakukan problem solving secara mandiri pada situasi yang sangat kompleks dan ambigu, yang memerlukan penerapan profesional judgment level tinggi. Peserta yang menyelesaikan ujian tingkat lanjutan akan mendapatkan Surat Tanda Lulus Ujian Profesi Akuntan Publik sebagaimana dimaksud dalam Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2011 tentang Akuntan Publik.

V. PELAKSANAAN UJIAN

A. Periode Ujian

  1. Ujian dapat dilakukan setiap saat selama periode ujian sepanjang tersedia di testing center.
  2. Satu siklus Periode Ujian CPA of Indonesia adalah 3 (tiga) bulan yang terdiri dari 2 (dua) ‘Bulan Ujian’ dan diikuti oleh 1 (satu) ‘Bulan Reses’. Pada bulan reses akan dilakukan untuk “maintenance” dan perubahan soal ujian, dan tidak akan diselenggarakan ujian.
  3. Peserta tidak diperkenankan untuk mengikuti mata ujian yang sama lebih dari satu kali pada periode ujian yang sama dan sebelum menerima pengumuman hasil ujian.
  4. Setiap tahun periode ujian berlangsung pada bulan : Februari-Maret , Mei-Juni , Agustus-September dan November-Desember.

B. Hasil Ujian

  1. Hasil ujian akan diumumkan serentak 1 (satu) bulan setelah periode ujian berakhir. Contoh; hasil ujian periode Februari – Maret akan diumumkan serentak pada akhir bulan April.
  2. Hasil ujian akan diumuman di akun peserta, dan tidak akan dilakukan melalui media lainnya.
  3. Nilai hasil ujian merupakan kinerja keseluruhan peserta ujian dalam menjawab seluruh soal, pilihan ganda dan essay, dengan rentang nilai hasil ujian adalah 0 (nol) sampai dengan 99 (sembilan puluh sembilan).
  4. Peserta yang memiliki nilai hasil ujian sebesar 75,00 (tujuh puluh lima koma nol nol) atau lebih dianggap telah memiliki kredit atas mata ujian yang ditempuh, dan peserta yang memiliki nilai di bawah batas minimum tersebut dinyatakan gagal.
  5. Bila anda ingin mengikuti kembali ujian mata ujian yang gagal, atau mata ujian yang telah mendapatkan kredit tetapi menjadi kadaluwarsa, maka diwajibkan untuk mengikuti dan memenuhii proses pendaftaran.

C. PENTING

  1. Setiap peserta memiliki tenggat waktu selama 24 (dua puluh empat bulan) sejak tanggal pendaftaran pertama kali, atau 8 (delapan) kali periode ujian tanpa jeda, dalam menyelesaikan dan mendapatkan kredit atas seluruh mata ujian.
  2. Mata ujian yang telah dinyatakan mendapat kredit akan kadaluwarsa bila terdapat mata ujian lain yang belum mendapatkan kredit setelah terlewatinya tenggat waktu.
  3. Peserta dengan mata ujian kadaluwarsa, atau belum lulus seluruhnya sampai dengan tenggat waktu yang ditetapkan, bila ingin tetap mengikuti ujian, diwajibkan untuk mengikuti seluruh mata ujian, dan mengikuti proses pendaftaran ulang, seolah sebagai peserta baru.

VI. BIAYA DAN CARA PENDAFTARAN

A. Biaya

  1. Pembayaran Biaya Pendaftaran maupun Biaya Mata Ujian dilakukan dengan cara Transfer ke rekening atas namaInstitut Akuntan Publik Indonesia;
    • RekeningBank Mandiri nomor 122-00-0512623-3 atau;
    • RekeningBank BCA       nomor 3423272755
  2. Upload bukti pembayaran melalui akun peserta Anda, selanjutnya petugas kami akan memverifikasi pembayaran Anda. Anda akan mendapat email notifikasi bila pembayaran Anda sudah diverifikasi.
  3. Biaya Pendaftaran dan ujian adalah sebagai berikut:

Untuk Ujian dengan Metode Baru CPA (Bertingkat):

Biaya Level Dasar Level Profesional Level Lanjutan
Pendaftaran Rp 100.000,- Rp 300.000,- Rp 1.000.000,-
Per mata Ujian Rp 50.000,- Rp 500.000,- Rp 2.000.000,-

B. Penting

  1. Segala pembayaran yang telah dilakukan tidak dapat dikembalikan dalam bentuk apapun.
  2. Biaya pendaftaran hanya dilakukan satu kali pada saat pertama kali.
  3. Dengan membayar biaya pendaftaran, peserta secara otomatis mendapatkan free iuran tahun pertama sebagai anggota Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI).

C. Cara Pendaftaran

  1. Anda dapat melakukan pendaftaran/ registrasi secara online pada website ini untuk menjadi Peserta CPA of Indonesia Exam;
  2. Bagi Peserta Baru, klik Buat Akun (kanan atas) untuk membuat Akun Peserta. Bagi peserta yang pernah mengikuti ujian berbasis manual dianggap sebagai peserta baru, dan tetap diwajibkan untuk mengikuti dan memenuhi seluruh proses pendaftaran secara online ini. Pengecualian untuk peserta yang pernah mengikuti ujian berbasis manual adalah:
    1. calon peserta tidak diwajibkan untuk menyerahkan dokumen yang dilegalisir,
    2. bagi yang telah lulus sebagian tidak perlu mengikuti seluruh mata ujian,
    3. melakukan pembayaran biaya pendaftaran dan ujian hanya untuk mata ujian yang akan diikuti;
  3. Peserta harus mengisi dengan lengkap seluruh data yang diperlukan dan diminta dalam Profil Peserta, Upload Dokumen, dan Mata Ujian yang akan diikuti.
  4. Kirimkan dokumen yang telah dilegalisir dan sesuai dengan yang di-upload ke Sekretariat IAPI.
  5. Membayar biaya pendaftaran dan segera lengkapi halaman Konfirmasi Pembayaran di Akun anda.
  6. Seluruh persyaratan di atas harus dipenuhi dalam waktu 10 hari kerja sejak akun peserta dinyatakan aktif. Apabila lewat waktu Akun anda akan terhapus secara otomatis.      

VII. JANGKA WAKTU UJIAN

Peserta yang mengikuti Ujian Profesi Akuntan Publik Indonesia, yaitu Associate Certified Public Accountant of Indonesia (ACPA), Certified Public Accountant of Indonesia (CPA) dan Penilaian Kompetensi Partner, harus menyelesaikan ujian dalam kurun waktu 2 (dua) tahun sejak pertama kali dinyatakan sebagai peserta pada setiap tingkatan ujian.

Jika jangka waktu atau masa aktif akun peserta terlewati, maka peserta harus:

  • Mengikuti program pelatihan profesional untuk setiap mata ujian yang telah lulus.
  • Melanjutkan mata ujian yang belum diambil atau belum lulus dengan jangka waktu 2 (dua) tahun.

Penting

Mengikuti program pelatihan profesional bersifat wajib bagi peserta yang ingin tetap meneruskan proses Ujian Profesi Akuntan Publik.

 

VIII. PEMILIHAN TEMPAT & PENDAFTARAN WAKTU UJIAN

Peserta CPA of Indonesia Exam dapat memilih tempat dan waktu ujian sesuai jadwal yang tersedia di setiap testing center. Pemilihan tempat dan pendaftaran waktu ujian dapat dilakukan setelah peserta CPA of Indonesia Exam menerima Voucher Ujian dari IAPI melalui email yang didaftarkan.

Berikut langkah-langkah melakukan penjadwalan waktu dan tempat ujian:

  1. Untuk melakukan penjadwalan ujian, Peserta harus memiliki Akun CPA IAPI.  Akun dapat dibuat pada website cpaofindonesia.com. Lakukan tahapan pembuatan akun dan lengkapi persyaratan.
  2. Setelah melakukan pembayaran biaya mata ujian, maka setiap peserta akan mendapatkan email konfirmasi dari IAPI.
  3. Jika anda sudah memiliki Akun  dapat melihat jadwal yang tersedia dan melakukan pemilihan mata ujian yang akan diikuti.
  4. Jika anda ingin merubah jadwal ujian yang telah ditentukan, silahkan hubungi admin melalui telepon ke (021) 29333151 atau email : info@cpaofindonesia.or.id

Catatan:

  1. Jika Peserta ingin melakukan pembatalan Ujian, harap konfirmasi ke IAPI maka peserta dianggap mengundurkan diri dari ujian dan dinyatakan tidak lulus ujian.
  2. Teliti dalam memilih jadwal ujian, hindari kesalahan pemilihan waktu dan tempat ujian. Perubahan jadwal (reschedulle) ujian hanya dapat dilakukan maksimal tujuh (7) hari sebelum hari ujian yang ditetapkan sebelumnya.

IX. PERSYARATAN PENDAFTARAN & PESERTA

  1. Memiliki Akun Ujian Profesi Akuntan Publik Indonesia (UPAP).
  2. Upload dokumen pendukung meliputi:
    1. Ijazah D4/S1/S2/S3 Akuntansi
    2. Transkrip Nilai D4/S1/S2/S3 Akuntansi
    3. Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku saat ujian.
    4. Pas foto berwarna (terbaru)
  3. Membayar biaya pendaftaran (pada saat pertama kali mengikuti ujian).
  4. Lulus uji kelayakan (eligibility).

X. PENERBITAN SERTIFIKAT

  • Sertifikat ujian tingkat profesional (CPAI) dan ujian tingkat lanjutan (CPA) diterbitkan oleh Dewan Sertifikasi untuk jangka waktu paling lama 5 (lima) tahun, sejak peserta dinyatakan telah menyelesaikan semua mata ujian tingkat dasar (ACPAI).
  • Jika jangka waktu 5 (lima) tahun terlewati, maka sertifikat ujian tingkat profesional dapat diterbitkan setelah:
    • Mengulang ujian tingkat dasar pada semua mata ujian.
    • Telah melakukan kegiatan maintenance kompetensi yang relevan dengan mata ujian tingkat dasar yang disetujui Dewan Sertifikasi.
    • Melakukan kegiatan pengembangan kompetensi lainnya yang ditentukan Dewan Sertifikasi.
  • Sertifikat diberikan tanggal sesuai dengan tanggal dinyatakan lengkap semua persyaratan untuk penerbitan sertifikat oleh Dewan Sertifikasi.

 

Informasi pendaftaran CPA Exam periode 2007 – 4 :

 

Informasi Pendaftaran Ujian CPA Periode 2017-4 (November-Desember) :
Informasi Lebih Lanjut, klik disini
Informasi Test Center seluruh Indonesia, klik disini

Informasi lebih lanjut silahkan hubungi :

Office 8 Building 12th Floor, Unit 12 I – 12 J
Sudirman Central Business District (SCBD) Lot#28
Senopati Raya
Jl. Jend. Sudirman Kav.52 – 53
Jakarta Selatan 12190Phone: (021) 2933 3151
Fax:      (021) 2933 3154
Email
info@iapi.or.id

X. KEWAJIBAN PPL

A. KEGIATAN PPL IAPI 
Institut Akuntan Publik Indonesia merupakan Asosiasi Profesi Akuntan Publik Indonesia yang bertujuan untuk mewujudkan Akuntan Publik yang berintegritas, berkualitas dan berkompetensi berstandar internasional, mendorong pertumbuhan dan independensi profesi yang sehat dan kondusif bagi profesi Akuntan Publik, menjaga martabat profesi Akuntan Publik dan kepercayaan publik, melindungi kepentingan publik dan Akuntan Publik, serta mendorong terwujudnya good governance di Indonesia. PPL diselenggarakan sesuai dengan payung hukum undang-undang nomor 5 tahun 2011 tentang Akuntan Publik dan peraturan pelaksanaan melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 443/KMK.01/2011 tentang penetapan Institut Akuntan Publik Indonesia sebagai Asosiasi Profesi Akuntan Publik, sebagaimana dimaksud dalam undang-undang nomor 5 tahun 2011, serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008.
B. PEMENUHAN KEWAJIBAN PPL 

Pemenuhan kewajiban kegiatan pelatihan profesional berkelanjutan merupakan tanggung jawab anggota dan dilakukan dengan menempuh kegiatan pelatihan profesional berkelanjutan terstruktur atau tidak terstruktur.   Setiap anggota berikut ini berkewajiban untuk mengumpulkan minimal 40 SKP setiap tahun, yaitu:

  1. Anggota yang memiliki izin Akuntan Publik, dengan pemenuhan kewajiban minimal 40 SKP dengan ketentuan sebagai berikut:
  2. Minimal 30 SKP diantaranya harus dipenuhi melalui kegiatan pelatihan profesional berkelanjutan terstruktur; dan
  3. 10 SKP selanjutnya dapat dipenuhi melalui kegiatan pelatihan profesional berkelanjutan terstruktur atau tidak terstruktur.
  4. Anggota (non AP) memenuhi kewajiban minimal 40 SKP setiap tahun dengan melakukan kegiatan pelatihan profesional berkelanjutan baik yang terstruktur atau tidak terstruktur.

C. PERHITUNGAN SKP 

Kegiatan PPL terstruktur dengan kategori tatap muka perhitungan SKP bagi peserta dilakukan berdasarkan jumlah waktu yang ditempuh, antara lain:

  1. Satu SKP setara dengan lima puluh menit efektif;
  2. Dalam hal kegiatan terdiri atas beberapa sesi atau bagian, maka perhitungan SKP dilakukan dengan cara menjumlahkan terlebih dahulu waktu seluruh sesi atau bagian tersebut kemudian dibagi dengan satuan lima puluh menit;
  3. Dalam hal terjadi pecahan maka dibulatkan ke angka satuan terdekat.

D. PPL TIDAK TERSTRUKTUR 

Kegiatan PPL tidak terstruktur meliputi kegiatan yang dilakukan secara mandiri oleh anggota dalam rangka untuk pemenuhan kewajiban menjaga kompetensi dengan:

  1. Mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Asosiasi yang ditetapkan sebagai kegiatan pelatihan profesional berkelanjutan tidak terstruktur;
  2. Mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak lain yang relevan dengan pengembangan kompetensi profesional dalam bidang akuntansi, auditing, keuangan, bisnis, dan yang relevan.

Dalam melakukan kegiatan pelatihan profesional berkelanjutan tidak terstruktur, anggota harus memperhatikan kesesuaian jenis dan topik kegiatan dengan kebutuhan untuk pengembangan kompetensi profesional, termasuk:

  1. Merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi pelaksanaan kegiatan secara mandiri dan bertanggung jawab;
  2. Menghitung sendiri nilai SKP dari setiap kegiatan yang diikuti berdasarkan ketentuan dalam peraturan ini, dan
  3. Mendokumentasikan setiap kegiatan yang ditujukan sebagai pemenuhan pelatihan profesional berkelanjutan.

Uraian jenis kegiatan pelatihan profesional berkelanjutan yang tidak terstruktur yang dapat diikuti oleh anggota beserta referensi perhitungan SKP, sebagai berikut:

No. Kegiatan Referensi Perhitungan SKP
1. Mengikuti seminar, pelatihan, workshop, atau diskusi panel yang diselenggarakan oleh suatu pihak tertentu dengan tema yang relevan dengan bidang akuntansi, auditing, keuangan, bisnis dan yang relevan. Nilai SKP ditentukan berdasarkan jumlah waktu keikutsertaan dalam kegiatan tersebut. 1 SKP setara dengan 50 menit. Nilai SKP dihitung dengan cara jumlah waktu yang digunakan dibagi dengan 50 menit.
2. Mengajar pada mata kuliah bidang akuntansi, auditing, keuangan, bisnis dan yang relevan. Nilai SKP ditentukan pada akhir semester pengajaran setiap kelas yang dilaporkan sebagai realisasi SKP tahun berjalan. 1 SKS per semester pada mata kuliah relevan setara dengan 3 SKP, maksimal 20 SKP per tahun dari kegiatan mengajar.
3. Menempuh pendidikan pada pendidikan tinggi strata dua atau tiga yang relevan dengan bidang akuntansi, auditing, keuangan, bisnis dan yang relevan. Nilai SKP ditentukan pada akhir semester sebagai realisasi SKP tahun berjalan. 1 SKS per semester pada mata kuliah relevan setara dengan 2 SKP, maksimal 25 SKP per tahun.
4. Melakukan kegiatan penelitian pada bidang akuntansi, auditing, keuangan, bisnis dan yang relevan yang dituangkan dalam suatu tulisan atau karya ilmiah yang dipublikasikan. Nilai SKP ditentukan pada saat publikasi hasil melalui jurnal terakreditasi oleh Dikti atau pihak lain yang kredibel yang diperhitungkan sebagai realisasi SKP tahun berjalan. 1 hasil penelitian terpublikasi setara dengan 8 SKP.
5. Menulis karya ilmiah atau karya penulisan yang dipublikasikan dalam bentuk buku atau media publikasian lainnya. Nilai SKP ditentukan pada saat publikasi atau penerbitan buku:

  • 1 karya ilmiah setara dengan 3 SKP
  • 1 buku setara dengan 5 SKP (tidak berlaku untuk edisi cetak ulang).

 

( Sumber : http://iapi.or.id/Iapi/detail/238 )

 

Informasi tentang IAMI, Sertifikasi CPMA (Certified Professional Management Accountant), Ujian CPMA Periode November 2017, Kebijakan PPL bagi Pemegang Gelar CPMA dan Mutual Recognition Agreement IAMI & ICMA

Informasi tentang IAMI, Sertifikasi CPMA (Certified Professional Management Accountant), Ujian CPMA  Periode November  2017 , Kebijakan PPL bagi Pemegang Gelar CPMA dan Mutual Recognition Agreement IAMI & ICMA

I. Sekilas tentang IAMI

Sesuai dengan Keputusan Rapat Anggota Luar Biasa Nomor : 05/RALB-KAM/IX/2006 yang berbunyi “Melimpahkan kewenangan kepada Pengurus IAI-KAM untuk melaksanakan pendirian Organisasi Profesi Akuntan Manajemen Indonesia sepanjang tidak bertentangan dengan keputusan kongres ke-X IAI “ maka telah didirikan organisasi profesi bernama Institut Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI).

IAMI Merupakan Asosiasi Profesi Akuntan dibawah Ikatan Akuntan Indonesia yang didirikan pada Tanggal 01 April 2008 dengan Akta Notaris Ani Adriani Sukmayantini SH. Sampai saat ini Anggota IAMI lebih kurang lebih 200 orang para akuntan yang pekerjaannya sebagai eksekutif baik diperusahaan Negara, Pemerintah dan Swasta.

Visi IAMI adalah menjadi asosiasi profesi terdepan dalam pengembangan pengetahuan dan praktek akuntansi manajemen dan keuangan serta bidang lainnya yang terkait, yang berorientasikan pada etika, tanggung jawab social dan lingkungan.

Misi IAMI sebagai berikut :

1.Memelihara integritas, komitmen, dan kompetensi pada anggota dalam bidang akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, corporate governance, manajemen keuangan dan manajemen keberlanjutan

2.Mengembangkan pengetahuan praktek manajemen keuangan, akuntansi keuangan, Akuntansi Manajemen, Manajemen keberlanjutan dan

3.Berpartisipasi aktif di dalam penegakan good governance dan bertanggung jawab Sosial dan lingkungan dalam perspektif nasional dan internasional.

Untuk mencapai tujuan diatas, IAMI menyelenggarakan kegiatan dan usaha-usaha antara lain sebagai berikut :

1.Penyelenggarakan Ujian Sertifikat Profesi Akuntansi manajemen (CPMA)
2.Meningkatkan mutu dan kinerja pendidikan profesi berkelanjutan bagi anggota
3.Mendorong dan memelihara pelaksanaan standar profesi dan kode etik oleh anggota
4.Mengembangkan pengetahuan baru berkaitan dengan akuntansi

Kegiatan rutin yang telah diselenggarakan oleh IAMI adalah sebagai berikut :

1.Seminar, Lokakarya, dan Forum Ilmiah lainnya
2.Ujian Sertifikasi Profesi Akuntansi Manajemen (CPMA)

II. Sertifikasi tentang CPMA (Certified Professional Management Accountant)

 

A. Pendahuluan

Profesi akuntan manajemen sebagai salah satu profesi penting yang menunjang proses menghasilkan nilai tambah dalam aktivitas bisnis dituntut memiliki kompetensi yang tinggi sehingga mampu melakukan pekerjaan sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam lingkungan kerja nyata (real working environment). Untuk itu seorang akuntan manajemen dituntut memiliki pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan sikap (attitude) profesionalisme yang tinggi dalam bidang terkait seperti bidang akuntansi manajemen, manajemen keuangan, bisnis dan manajemen informasi. Dengan demikian seorang akuntan manajemen yang kompeten adalah yang memiliki kemampuan intelektual, strategis, teknis dan fungsional, kemampuan personal, kemampuan komunikasi dan interpersonal, serta kemampuan manajemen dan organisasional dalam bidang dimaksud.

Ujian CPMA diselenggarakan pertama kalinya di Indonesia oleh Institut Akuntan Manajemen Indonesia d/h Ikatan Akuntan Indonesia pada tahun 2006 yang merupakan suatu ujian profesi sebagai suatu sistem saringan yang baku bagi mereka yang mempunyai keahlian dalam profesinya di bidang Akuntansi Manajemen. Ujian Certified Professional Management Accountant (Ujian CPMA) merupakan salah satu praktik Internasional terbaik untuk mengukur kompetensi dalam bidang akuntansi manajemen dan bidang-bidang lain yang terkait. Ujian CPMA dimaksudkan pula sebagai salah satu strategi pengembangan profesi akuntan manajemen di Indonesia dalam rangka menghadapi arus globalisasi yang ditandai dengan perdagangan bebas dalam produk dan jasa termasuk jasa akuntansi.

B. Tujuan Ujian CPMA

  1. Meningkatkan penguasaan (proficiency) peserta atas pengetahuan dan kompetensi di bidang akuntansi manajemen dan bidang lainnya yang terkait.
  2. Menjadi ukuran mutu bagi para stakeholders atas penguasaan bidang ilmu akuntansi manajemen dengan segala aspeknya yang terkait.
  3. Mendorong mutual recognition atas sertifikasi sejenis dari negara-negara lain
  4. Memberikan peluang bagi peserta dengan latar belakang non-akuntansi untuk mendapatkan kompetensi dalam bidang akuntansi manajemen dan bidang lain yang terkait

Dalam rangka meningkatkan penguasaan (proficiency) Akuntan Manajemen atas pengetahuan dan kompetensi teknis di bidangnya, dan untuk menyongsong keterbukaan jasa Akuntan Manajemen di Indonesia, maka Institut Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI) menyelenggarakan Ujian CPMA.

C. Sebutan dan Sertifikasi

Peserta yang telah dinyatakan lulus untuk semua mata ujian berhak memperoleh sebutan “Certified Professional Management Accountant” (CPMA). Sertifikat akan dikeluarkan oleh Institut Akuntan Manajemen Indonesia d/h Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Manajemen. Peserta yang sudah lulus CPMA memperoleh pengakuan atas kompetensinya dalam bidang akuntansi manajemen, manajemen keuangan, dan manajemen informasi sehingga mempunyai kualifikasi baik sebagai Akuntan Manajemen dalam melaksanakan fungsi dan tugas yang terkait.

 DSyarat Peserta UJIAN CPMA

Ujian hanya dapat diikuti oleh mereka yang memperoleh

  1. Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi / D4 Akuntansi + pengalaman 1 tahun di bidang akuntansi dan / atau keuangan.
  2. Sarjana non-akuntansi + pengalaman 2 tahun di bidang akuntansi dan / atau keuangan

Cat : Bagi peserta yang belum mempunyai pengalaman kerja diperbolehkan untuk mengikuti Ujian CPMA, namun sertifikat CPMA baru akan diberikan setelah lulus Ujian CPMA dan memenuhi persyaratan pengalaman kerja.

Formulir yang telah diisi harus dilengkapi dengan:

  • Fotokopi ijazah perguruan tinggi (bagi peserta baru)
  • Surat rekomendasi perusahaan tempat bekerja (bagi peserta baru)
  • Fotokopi kartu ujian yang lalu (bagi peserta mengulang)
  • Bukti pembayaran biaya ujian
  • Pas foto berwarna terbaru ukuran 4×6 sebanyak 2 (dua) lembar, bagi peserta baru
  • Pas foto berwarna terbaru ukuran postcard sebanyak 1 (satu) lembar

 EMata Ujian

Ujian CPMA meliputi 4 (empat) mata ujian yang telah ditetapkan, yaitu :

  1. Fundamental Bisnis (FB).
  2. Akuntansi Manajemen dan Pelaporan Keuangan (AMPK).
  3. Manajemen Strategik (MS).
  4. Corporate Governance & Manajemen Resiko    (CGMR).  

Ujian diselenggarakan secara tertulis dalam bentuk Pilihan Ganda dan Esai.Dalam penilaian tidak diterapkan nilai minus untuk jawaban yang salah.

Waktu ujian  : tanggal  18 s/d 19 November 2017

Hubungi :

Sekretariat Institut Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI)
UNIKA ATMAJAYA
Ged. K2 Lt.1 R.K21.05
Jl. Jenderal Sudirman No.51, Jakarta, Indonesia

Email: info.iami1@gmail.com, Telp. 021-2911 0745, SMS : 081289492339

(sumber : http://iamiglobal.or.id )

F. SYLABUS CPMA :

Bagi yang memerlukan silabus ujian sertifikasi CPMA, silahkan dapat mendownload sylbus tersebut pada link berikut  (http://www.iamiglobal.or.id/file/silabus-ujian-cpma.pdf)

Berikut informasi  para peserta yang lulus ujian sertifikasi CPMA s/d periode Mei 2016  (http://www.iamiglobal.or.id/index.php/component/content/category/16-cpma-pengumuman-hasil-ujian )

III. Kebijakan Pengembangan Profesional Berkelanjutan (PPL) CPMA

1. Program Pengembangan Profesional Berkelanjutan (PPL)

Pengembangan Profesional Berkelanjutan (Continuing Professional Development) yang biasa disingkat dengan PPL atau PPB merupakan kegiatan pengembangan diri dan pembelajaran secara terus menerus.  Sebagai salah satu profesi akuntan,  para pemegang sertifikasi profesi – CPMA (Certified Professional Management Accountant), wajib memiliki tanggung jawab untuk terus menerus memutahirkan dan mengembangkan pengetahuan dan kompetensi profesionalnya.

Karakteristik dari Akuntan Manajemen di antaranya adalah dapat memberikan jasa profesinya dalam multi peran, yakni sebagai konsultan yang membuka praktik individu atau kelompok,  atau sebagai profesional yang bekerja di Entitas perusahaan swasta/BUMN serta juga sebagai instruktur, pembicara seminar dan pendidik.  Pengembangan kompetensi dan pengetahuan merupakan tanggung jawab mutlak tiap individu Akuntan Manajemen. Oleh karena itu,  program PPL ini dapat dikategorikan dalam dua aktivitas, yakni:

–          Program yang berorientasi pada pengakuan kompetensi dari karya dan prestasi individu (output -based).

–          Program yang berorientasi pada pengakuan atas aktivitas terstruktur dari pengetahuan dan ketrampilan  dalam bentuk pelatihan, lokakarya/workshop, seminar dan sejenisnya (input-based).

Program PPL ini tidak disebut sebagai pendidikan tetapi merupakan suatu pengembangan kompetensi dan pengetahuan yang berkaitan dengan profesi Akuntan Manajemen, yakni, sesuai dengan Sertifikasi CPMA, dibagi dalam empat Modul utama: (1) fundamental bisnis, (2) akuntansi manajemen  & pelaporan keuangan, (3) manajemen strategik, dan (4) corporate governance & manajemen risiko.

2. Tujuan Penyelenggaraan Program PPL

Adapun tujuan utama dari penyelenggaraan Program PPL adalah:

a. Mendorong anggota untuk memelihara, meningkatkan, dan mengembangkan kompetensi profesional Akuntan Manajemen secara berkesinambungan.

b.Membekali anggota dengan pengetahuaan dan keahlian mutakhir di bidangnya sehinga mampu menerapkannya dalam menjalankan tugas dan kewajiban profesional sebagai Akuntan Manajemen.

c. Menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada profesi Akuntan Manajemen dengan menunjukkan bahwa Akuntan Manajemen memiliki standar etika dan kompetensi profesional sesuai dengan harapan masyarakat pengguna jasa.

3. Kegiatan PPL

Kegiatan  PPL yang berorientasi pada output-based terdiri dari:

  1. Menuliskan dan menerbitkan artikel yeng relevan dengan profesi, baik dalam bentuk jurnal maupun buku.
  2. Melakukan atau berpartisipasi dalam suatu program penelitian terkait profesi Akuntan Manajemen.
  3. Menjadi instruktur/pembicara pelatihan, seminar, konferensi dan sejenisnya yang relevan dengan profesi Akuntan Manajemen.
  4. Melaksanakan atau memimpin suatu Project – Work, yang relevan dengan profesi Akuntan Manajemen.
  5. Menjadi anggota Dewan Penguji atau komite-komite teknis pada IAMI atau organisasi profesi lain yang diakui IAMI.
  6. Keberhasilan memperoleh Magister, Doktor, atau Sertifikasi Profesi CA, CPA, CFA atau Sertifikasi dari Organisasi lain yang diakui IAMI.

Kegiatan  PPL yang berorientasi pada input-based terdiri dari:

  1. Mengikuti pelatihan, seminar, lokakarya, diskusi panel dan sejenisnya yang dilaksanakan oleh IAMI dan/atau organisasi profesi lain yang diakui IAMI.
  2. Mengikuti pendidikan lanjutan di jenjang S2 (magister), S3 (doctoral) .
  3. Mengikuti pendidikan baik wajib atau volunteer yang tersedia di entitas atau organisasi tempat bekerja
  4. Mengikuti program belajar jarak jauh (On line learning) atau program Work-Based Learning

Kegiatan PPL IAMI dapat diikuti oleh Anggota dan Non-Anggota/masyarakat publik  lainnya dan bersifat terstruktur, berorientasi pada input-based,  dengan berbagai variasi durasi dan rencana topik relevan dan isu terkini, sebagaimana tercantum dalam Katalog kegiatan PPL, untuk memfasilitasi  para Anggota  memenuhi  ketentuan pokok PPL sebagaimana dijelaskan dalam butir 4.

4. Ketentuan Pokok  PPL

Setelah melaksanakan kegiatan PPL melalui salah satu atau lebih dari hal-hal yang disebut pada butir 3 diatas, pemegang CPMA wajib melaporkannya kepada Pengurus IAMI, dan memperoleh Satuan Kredit Profesi,  yang konversinya dihitung dan dilaporkan sendiri realisasi SKP secara tahunan ke Sekretariat IAMI (self-assessment), selambatnya pada akhir  bulan Januari tahun berikutnya, sesuai ketentuan sebagai berikut:

a. Memperoleh 40 SKP dalam periode satu tahun, atau 120 SKP dalam periode 3 (tiga) tahun, dengan syarat bahwa dalam satu tahun harus ditempuh sekurang-kurangnya 30 SKP.

b. Sekurang-kurangnya 6 SKP per tahun atau 20% dari total SKP yang diwajibkan harus merupakan kegiatan PPL terstruktur yang diselenggarakan oleh IAMI.

5. Mekanisme Perhitungan Satuan Kredit Profesi  (SKP)

a. Perhitungan SKP kegiatan pelatihan, kursus, lokakarya, diskusi panel, seminar, konvensi atau sejenisnya adalah sbb :

  1. Satu SKP terdiri dari 50 menit efektif;
  2. Durasi kegiatan dibagi 50 menit dan berlaku pembulatan ke bawah.

b. Perhitungan SKP untuk peserta kegiatan program pascasarjana dan program belajar jarak jauh.

Bagi peserta kegiatan program pascasarjana diakui jumlah SKP berdasarkan SKS yang diambilnya dengan ketentuan 1SKS = 1 SKP. Dalam periode tahunan, maksimum SKP yang dapat diakui untuk belajar jarak jauh adalah 30 SKP

Keberhasilan memperoleh gelar S2, S3 dan Sertifikasi Profesi akan memperoleh tambahan pengakuan sebesar 10 SKP dan hanya bersifat satu kali, pada tahun perolehan.

c. Perhitungan SKP untuk Pengajar atau Pembicara pada suatu program PPL

Pengajar atau pembicara pada program PPL berhak mendapat SKP maksimum sebesar 1 ½  X peserta program PPL.

d. Perhitungan SKP untuk kegiatan penelitian, riset, dan Penulisan Artikel, Buku atau Jurnal yang dipublikasikan.

Penulis artikel, buku, atau jurnal berhak menerima SKP untuk waktu aktual yang digunakannya, apabila memang waktu yang digunakan dalam melakukan penelitian, riset dan penulisan tersebut meningkatkan kompetensi profesionalnya.  Apabila penulis lebih dari satu orang, maka penulis utama mendapatkan bobot 60% dan penulis lainnya 40%.  Dalam periode tiga tahunan,  maksimum SKP yang dapat diakui adalah 30 SKP.

e. Perhitungan SKP untuk partisipasi sebagai anggota Dewan Penguji/Komite teknis IAMI atau  Organisasi Profesi lain yang diakui IAMI.

Peserta atas kegiatan ini berhak menerima 12 SKP per tahun. Dalam periode tiga tahunan, maksimum SKP yang dapat diakui adalah 36 SKP.

f. Perhitungan SKP untuk kegiatan non IAMI

Kegiatan yang diikuti oleh anggota IAMI harus relevan dengan pengembangan pengetahuan dan kompetensi CPMA dalam bidang fundamental bisnis, akuntansi manajemen & pelaporan keuangan, manajemen strategik, dan corporate governance & manajemen risiko.

IV. Mutual Recognition Agreement IAMI & ICMA

A. APPLICATION FOR MEMBERSHIP OF IAMI / CPMA

Under the Mutual Recognition Agreement between THE INDONESIAN INSTITUTE OF MANAGEMENT ACCOUNTANTS (IAMI) and THE INSTITUTE OF CERTIFIED MANAGEMENT ACCOUNTANTS AUSTRALIA (ICMA)

B. Purpose:

The purpose is to strengthen cooperation between the two Professional Institutions in professional development and the professional community in Indonesia. ICMA and IAMI will cooperate, participate in, and organise conferences, seminars and joint activities mutually beneficial to both Institutions with focus on contemporary areas to the profession in Indonesia, including ICMA providing speakers for conferences and annual CPD events of IAMI.

C. Mutual Recognition of Members:

For IAMI’s members:

  • IAMI’s CPMA members with 15 or more than 15 years relevant working experience will be admitted as full certified members (CMAs) of ICMA.
  • IAMI’s CPMA members with minimum 10 years relevant working experience and holding minimum of a master degree in accounting or business (Maksi or Magister Manajemen) or holding a doctoral degree in accounting and have taken the CPMA examinations, will be admitted as full certified members (CMAs) of ICMA.
  • IAMI’s CPMA members with 10 to 15 years working experience will be admitted as full certified members (CMAs) of ICMA after completing a 4 full-day seminar or equivalent held by ICMA via one of its partner universities in Indonesia.
  • IAMI’s CPMA members with 5 to 10 years working experience will be admitted as full certified members (CMAs) of ICMA after completing a 4 full-day seminar or equivalent held by ICMA via one of its partner universities in Indonesia, and passing an assignment set by ICMA.
  • IAMI’s CPMA members with 3 to 5 years working experience will be admitted as associate and have to complete 4 full-day seminar (or equivalent) held by ICMA via one of its partner universities in Indonesia, and passing a 3-hour examination set by ICMA based on the material covered before they can become ICMA full members.
  • IAMI’s CPMA members who choose this route to get CMA certification must maintain their membership of IAMI.

For ICMA members:

  • ICMA’s CMA members with 15 or more than 15 years working experience will be admitted as full certified members (CPMAs) of IAMI.
  • ICMA’s CMA members with minimum 10 years experience and holding minimum of a masters degree in accounting or business (MPA or MBusAcc) and/or holding a doctoral degree in accounting and have taken the CMA examinations will be admitted as full certified members (CPMAs) of IAMI.
  • ICMA’s CMA members with 10 to 15 years working experience will be admitted as full certified members (CPMAs) of lAMl after completing a 4 full-day seminar or equivalent held by lAMl.
  • ICMA’s CMA members with 5 to 10 years working experience will be admitted as full certified members (CPMAs) of IAMl after completing a 4 full-day seminar or equivalent held by IAMI, passing an assessment set by lAMl.
  • ICMA members who choose this route to get CPMA certification must maintain their membership of ICMA.

D. Application Process:

For IAMI members (who want to be CMAs):

  • For inquiries about eligibility for CMA or AMA contact ICMA Contact person below.
  • Fill in the ICMA application form (link given below).
  • Attach the supporting documents/evidences covering the academic/professional qualifications, working experiences and personal identity.
  • Obtain a recommendation letter from lAMl by contacting info.iamil@gmail.com
  • If required, undertake the Strategic Business Analysis (SBA) Education Program via a Provider University or ICMA Regional Office in Indonesia or Online (fee approximately Rp 10,000,000).
  • Pay the one-time Joining fee of AUD 600 and Annual ICMA membership fee of AUD 110 (for CPMA to CMA members only).
  • ICMA: Contact person: Chris Perera Email: enquiries@cmawebline.org

For ICMA members (who want to be CPMAs):

  • For inquiries about eligibility for CPMA contact IAMI Contact person below.
  • Fill in the IAMI application form (obtained from IAMI).
  • Attach the supporting documents/evidences covering the academic/professional qualifications, working experiences and personal identity.
  • Obtain a recommendation letter from ICMA by contacting enquiries@cmawebline.org
  • If required, undertake the Professional Recognition Programme (PAP) Education Program (fee approximately Rp 10,000,000).
  • Pay the one-time Joining Fee of Rp 6,000,000, and Annual IAMI membership fee of Rp 300,000 (for CMA to CPMA members only).
  • IAMI: Contact person: Franky Jamin or Tity Nurbaiti HN Email: info.iamil@gmail.com

Fees:

Amount Units/ Subjects TOTAL  
Joining Fee $600 1 $600
CMA Preparation Course – by Recognised Provider (IDR 10,000,000 incl. Assessment)
CMA Preparation Course – by Online 1-Subject (SBA) $800 1 $800
SBA Assessment Fee (Online students only) $110 1 $110
Annual Membership Fees $110 per year

 

Download Application

Contacts:

IAMI: Contact person:
Franky Jamin or Tity Nurbaiti HN
Mailing Address: UNIKA Atmajaya Ged. K2 Lt 1 R.K21.05, Jl. Jend. Sudirman No. 51,
Jakarta 12930, Indonesia
Email: info.iamil@gmail.com

ICMA: Contact person: 
Chris Perera
Executive Director
Mailing Address: 5/20 Duerdin Street,
Clayton North, Victoria 3168, Australia
Email: enquiries@cmawebline.org

(Source : https://www.cmawebline.org/about-icma/strategic-alliances/30-strategic-alliances/269-iami-indonesia-icma-strategic-alliances.html )

The Certified Financial Analyst-CFA Charter and CFA Program

The Certified Financial Analyst-CFA Charter and CFA Program Brochure

%d bloggers like this: