Lampiran-Permen Ristekdikti No 20 tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor

Lampiran-Permen Ristekdikti No 20 tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor

Advertisements

Permen-Ristekdikti No 20 th 2017-tgl 27 Januari 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor

Permen-Ristekdikti No 20 th 2017-tgl 27 Januari 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor

Daftar Artikel Lolos SNA 14 Aceh – 2011

daftar-artikel-lolos-sna-14-aceh-2011-final

Indeks Quran Tercanggih

Learning Organization & People (Organisasi & Manusia Pembelajar)

LEARNING  ORGANIZATION  &   PEOPLE

(ORGANISASI & MANUSIA PEMBELAJAR)

 

Artikel ini telah dimuat di Majalah Krakatau Steel Group / KSG, Edisi 28 Tahun 3/2008, pada Rubrik “RAGAM”, hlm. 41.

 

Oleh : Muh. Arief Effendi (SPI PT. KS)

 

Dalam era globalisasi dan lingkungan yang penuh ketidakpastian (turbulence environment) mendorong timbulnya organisasi pembelajar (learning organization) dan manusia pembelajar (learning people) di perusahaan. Karyawan sebagai human capital merupakan asset yang tak ternilai harganya di perusahaan. Organisasi pembelajar di suatu  perusahaan dapat memacu para karyawan untuk selalu meningkatkan kompetensi dan kapabilitasnya agar dapat mengikuti perkembangan lingkungan bisnis yang terus menerus berubah.

Orientasi pengembangan sumber daya manusia (human resource) saat ini, menuntut organisasi perusahaan untuk selalu memperhatikan perubahan-perubahan yang terjadi terutama yang di luar organisasi. Kita  menyadari bahwa perubahan terus menerus terjadi sangat cepat. Bahkan semua aspek mengalami perubahan. Di dunia ini, tidak ada yang tetap kecuali perubahan itu sendiri.
Organisasi pembelajar yang efektif  adalah organisasi dimana para karyawan pada semua tingkatan (lini) organisasi secara berkesinambungan selalu melakukan indentifikasi masalah-masalah / risiko  potensial (potential risk) dan peluang-peluang (opportunity) yang mungkin timbul.

 

Organisasi Pembelajar

Organisasi pembelajar adalah organisasi yang memiliki minimal 4 (empat) ciri-ciri sebagai berikut :  (1). Mempunyai kondisi dimana anggota-anggotanya secara individu terdorong untuk belajar dan mengembangkan potensi diri secara berkelanjutan, (2).  Mengembangkan  budaya belajar  tidak hanya di kalangan karyawan saja, namun sampai pada pelanggan (customer) , pemasok (supplier) dan stakeholder lain yang signifikan ,  (3). Menjadikan strategi pengembangan sumber daya manusia (human resources strategy) sebagai pusat kebijakan bisnis; serta (4). Berada dalam lingkungan yang selalu melakukan proses transformasi organisasi secara terus menerus. Proses transformasi organisasi ditunjukkan adanya upaya organisasi untuk secara proaktif melakukan perubahan terhadap semua aspek yang ada didalamnya, termasuk karyawan, kepemimpinan (leaderhip), sumber daya (resources), struktur organisasi maupun proses-proses dalam pertukaran informasi.

Melalui organisasi pembelajar, diharapkan muncul kompetisi yang sehat  pada masing-masing karyawan  untuk selalu memberikan hasil yang terbaik, belajar dari pengalaman serta tidak pernah puas terhadap kinerja yang telah dicapai. Selain itu, organisasi pembelajar diharapkan dapat menjadi alat (tool) untuk memotivasi semangat para  karyawan untuk terus maju dan berkembang bersama perusahaan.


Manusia Pembelajar

Menurut Kaplan & Norton (1996)  dalam perspektif pembelajaran & pertumbuhan  (learning perspective & growth) terdapat tiga faktor yang harus diperhatikan, yaitu kapabilitas karyawan (employee capabilities), kapabilitas sistem informasi (information system capabilities) serta motivasi, pemberdayaan & penyetaraan (motivation, empowerment & alignment)

Manajemen perlu mendorong karyawan yang memiliki keahlian (kapabilitas) bidang tertentu yang spesifik serta mampu melakukan presentasi untuk menjadi instruktur di Pusdiklat untuk menyampaikan pengetahuan & pengalamannya, sehingga terdapat transfer of knowledge yang sangat penting bagi kelangsungan perusahaan. Kewajiban untuk melakukan transfer of knowledge ini terutama ditujukan kepada karyawan yang mendekati pensiun, sehingga kaderisasi lebih berjalan dengan lancar. Apabila diperlukan, meskipun karyawan tersebut telah pensiun, karena memiliki keahlian khusus, masih bisa dimanfaatkan sebagai tenaga instruktur di Pusdiklat.

Karyawan yang termasuk manusia pembelajar ditunjukkan dari sikap untuk selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta bersedia menjalani pendidikan profesi berkelanjutan (PPL) sesuai bidang masing-masing. Manusia pembelajar biasanya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, bersedia berbagi  pengetahuan (knowledge sharing) dan  berbagi pengalaman (experience sharing)  serta menghargai pemikiran (ide) baru dan hasil karya yang inovatif. Agar organisasi pembelajar dapat berjalan dengan lancar, maka  para karyawan perlu saling bertukar informasi (information sharing)  serta saling berbagi pengetahuan & pengalaman (knowledge & experience sharing). Motivasi dan keahlian karyawan tidak cukup untuk menunjang pencapaian visi dan misi organisasi, tanpa ditopang oleh informasi yang memadai.  Dalam hal ini, para karyawan memerlukan informasi yang akurat dan tepat waktu (up to date). Selain itu, para karyawan dituntut untuk selalu berpikir kreatif & inovatif (creative & innovative thinking) sehingga timbul perbaikan yang berkelanjutan (continuous improvement) di segala bidang. Oleh sebab itu, perusahaan harus memberdayakan karyawan serta memberikan kesempatan atau peluang kepada karyawan untuk selalu meningkatkan pengetahuan (knowledge) dan ketrampilan (skill).

Mengingat pentingnya peran organisasi & manusia pembelajar dalam menjaga perusahaan agar tetap eksis dan bersaing (survive), maka sudah saatnya manajemen perusahaan mengembangkan organisasi & manusia pembelajar secara konsisten sehingga dapat tercapai sustainable company sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dalam visi & misi perusahaan.***

Merangsang Siswa Agar Gemar Menulis

MERANGSANG SISWA AGAR GEMAR MENULIS 

(Artikel ini telah dimuat di Tabloid Pendidikan GOCARA, Edisi 10, Maret 2008,  hlm. 22-23, pada Rubrik ”SUARA PENDIDIK”) 

Oleh : Muh. Arief Effendi,SE,MSi 

Dewasa ini minat para  pelajar SMP/SMA terhadap penelitian dan penulisan karya ilmiah masih sangat rendah. Hal ini terbukti belum membudayanya tradisi kepenulisan karya ilmiah dan masih sedikitnya Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yang terbentuk di sekolah-sekolah, baik tingkat SMP maupun SMA.  Karya tulis ilmiah merupakan jenis tulisan dengan menggunakan metodologi tertentu dalam penyusunannya. Dalam hal ini memerlukan analisis data-data hasil penelitian sehingga menghasilkan suatu kesimpulan. Karya ilmiah termasuk jenis tulisan non fiksi. Kelompok Ilmiah remaja (KIR)  merupakan suatu kelompok dimana para siswa dengan kesamaan minat pada ilmu pengetahuan berkumpul.  Pelajar yang ingin memperdalam ilmu yang didapatnya disekolah dibina melalui KIR secara intensif dalam bimbingan guru. Pembinaan KIR dapat melibatkan praktisi yang berpengalaman yang berasal dari alumni maupun pengurus Komite Sekolah yang memiliki kompetensi keilmuan tertentu. Tujuan utama dibentuknya KIR adalah memberikan wadah bagi para pelajar yang tertarik untuk mengetahui berbagai jenis kejadian, baik yang terjadi di alam maupun dalam kehidupan sehari-hari melalui penelitian dan menuliskannya dalam bentuk  karya ilmiah. KIR di SMP/SMA dapat dikelompokkan atas tiga bidang yaitu Sains /Ilmu Pengetahuan Alam, Sosial & Budaya dan Teknologi.   

Lomba KIR

Berbagai jenis lomba tentang KIR yang diselenggarakan di berbagai sekolah / kampus, instansi / lembaga pemerintah mapun pihak prusahaan swasta & BUMN yang menaruh minat dalam pengembangan penelitian bagi pelajar SMP / SMA, sebagai berikut :

1.      Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR)

LKIR diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia & Televisi Republik Indonesia (LIPI-TVRI) setiap tahun menjelang perayaan HUT Proklamasi RI. LKIR dapat diikuti oleh siswa tingkat SMP dan SMA dari seluruh Indonesia. LKIR dibagi berdasar 3 (tiga) pokok bahasan terkait, yaitu bidang Ilmu Pengetahuan Sosial & Kemanusiaan (IPSK), Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Teknologi (IPT). Melalui LKIR ini diharapkan dapat dijaring calon-calon peneliti muda yang berbakat. Mereka adalah remaja yang kreatif dan inovatif dalam menuangkan gagasannya. Minat untuk melakukan penelitian di kalangan remaja memang bisa tumbuh pada siswa tingkat SMP / SMA, dimanapun mereka berada. Beberapa pelajar yang sering mempertanyakan sesuatu hal secara mendalam, biasanya memiliki naluri yang kuat untuk meneliti.

 Prinsip dasar dari suatu penelitian adalah adanya keingintahuan yang diwujudkan dalam berbagai pertanyaan. Apabila pelajar tersebut tergerak untuk mengembangkan keingintahuan itu dengan membuat serangkaian hipotesis, mengujinya dengan fakta yang dikumpulkan, kemudian menyusunnya dalam sebuah karya yang sistematis, maka dapat menghasilkan suatu karya ilmiah. Tentu saja tidak dapat dibandingkan sistematika KIR seorang remaja yang masih duduk di bangku SMP/SMA dengan skripsi seorang sarjana. Namun, tidak tertutup kemungkinan gagasan penelitian remaja lebih cemerlang, orisinal, dan berguna bagi masyarakat.  Tujuan diselenggarakan LKIR, antara lain :

a.      Memberi kesempatan kepada remaja (pelajar)  untuk menerapkan ilmu yang pernah dipelajari terhadap masalah yang dihadapi sehari-hari.

b.     Menimbulkan minat para remaja (pelajar) untuk melatih diri dalam menghadapi tantangan lingkungan yang berubah-ubah dan mencari cara untuk menghadapi tantangan.

c.       Membentuk watak yang menghormati kejujuran, ketekunan dan kecermatan, serta berpandangan terbuka karena watak itulah yang harus dimiliki seorang peneliti.

2.      LPIR

Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional setiap tahun secara rutin sejak tahun 1977. Sebelumnya lomba tersebut dinamakan Lomba Karya Ilmu Pengetahuan untuk Remaja. Tujuan LPIR untuk meningkatkan daya nalar, mengasah serta menguji kreativitas  pelajar SMP /SMA. Melalui LPIR diharapkan dapat menggugah minat remaja untuk melakukan penelitian. Ruang lingkup penelitian antara lain bidang pertanian, biologi, matematika, fisika terapan, kimia terapan, sosiologi, antropologi, lingkungan, dan sosial-budaya. Pihak Pimpinan Proyek Pengembangan Wawasan Keilmuan Direktorat Pendidikan Menengah Umum (Dikmenum) telah mengirim brosur ke seluruh SMP/SMA di Tanah Air. Bahkan, Dinas Pendidikan tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota pun telah diminta untuk mensosialisasikan LPIR tersebut. 

3.      LKTI

Beberapa perusahaan baik swasta maupun BUMN, Instansi Pemerintah tingkat Pusat , Provinsi dan Kabupaten / Kodya serta kampus perguruan tinggi  juga sering mengadakan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dengan topik khusus, misalnya perkoperasian, lingkungan hidup, penyalahgunaan narkoba, kesehatan reproduksi bagi remaja dan lain-lain.Sebagai Ketua Komite Sekolah,  penulis telah memberikan pelatihan teknik penulisan karya tulis ilmiah dan sosialisasi KIR bagi pelajar SMP awal tahun 2007 yang lalu. Ternyata banyak pelajar SMP yang belum mengetahui seluk beluk karya ilmiah. Oleh karena itu wajar, jika mereka masih belum bisa menulis suatu karya ilmiah, karena pengetahuan tentang karya tulis ilmiah masih terbatas. 

Untuk meningkatkan minat penelitian dan penulisan karya tulis ilmiah di kalangan pelajar  SMP/SMA , dapat ditempuh beberapa langkah sebagai berikut :

1.      Perlu dilakukan pelatihan (workshop) tentang penelitian dan teknik penulisan karya ilmiah bagi pelajar SMP/SMA secara periodik untuk meningkatkan ketrampilan dalam menghasilkan karya tulis ilmiah.

2.      Pihak pimpinan sekolah & dewan guru agar membentuk KIR sesuai dengan minat para pelajar,  memberikan dorongan untuk melakukan penelitian dan penulisan karya ilmiah.

3.      Pihak pimpinan sekolah melakukan pembinaan secara periodik terhadap KIR yang sudah terbentuk dengan mengikutsertakan dalam lomba / kompetisi baik tingkat lokal, nasional maupun internasional. 

Penulis adalah Pemerhati Pendidikan,  Ketua Komite Sekolah sebuah SMP Swasta (SMPIT-RJ). 

CATATAN :

Artikel ini merupakan ikhtisar (summary) dari makalah (paper) saya yang berjudul “Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah dan Sosialisasi Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) bagi Siswa SMPIT-RJ” yang sudah saya presentasikan pada hari Sabtu, tanggal 17 Februari 2007 di SMPIT-RJ dan  terinspirasi dari kepedulian penulis sebagai Ketua Komite Sekolah terhadap masih rendahnya minat para pelajar (siswa) dalam menulis karya ilmiah.

Business Finance Dictionary-1

Business Finance Dictionary-1

%d bloggers like this: