Value Added Internal Auditing


VALUE   ADDED  INTERNAL  AUDITING

(Artikel ini telah dimuat di Majalah AUDITOR, Rubrik “Column”, Edisi No. 08 tahun 2003, ISSN : 1412-5501)

Oleh : Muh. Arief Effendi,SE,MSi,Ak,QIA*)

Pendahuluan

Pada  awal abad 21, perkembangan profesi internal auditing sangat pesat. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peran internal auditor dalam assurance & consulting activity. Salah satu hal yang cukup penting yang terkait dengan peran tersebut adalah adanya control self assesment (CSA). Selain itu saat ini internal auditor telah melakukan pendekatan audit secara sistematis & multi disiplin (systematic & multydiciplined approach) serta melakukan evaluasi & menilai efektivitas  risk management , control & governance processes. Adanya peran tersebut diatas, maka keberadaan internal auditor dapat memberikan nilai tambah (value added) bagi organisasi (perusahaan). Value added auditing adalah suatu audit dalam rangka meningkatkan profitabilitas serta kepuasan pelanggan (customer satisfaction).Tulisan ini akan menyoroti masalah ruang lingkup (scope), tujuan serta kecenderungan (trend) dalam value added internal auditing.  

Scope value added internal auditing

Internal auditor perlu membangun & menjaga hubungan baik (relationship) dengan pihak auditee melalui monitoring tindak lanjut serta menerima umpan balik (feedback) yang dilakukan oleh auditee. Ruang lingkup dari value added internal auditing meliputi :

1.      Audit sistem informasi (Information System Audit).

2.      Audit kepatuhan (Compliance audit).

3.      Audit laporan keuangan & pengendalian (Financial reporting & control audit).

4.      Audit program & kinerja (Program & performance audit). 

Agar   internal auditor dapat berfungsi sebagai auditor yang  bernilai tambah (value added), maka para internal auditor hendaknya dapat melakukan assesment atas :

1.            Operational & quality efectiveness.

2.            Business risk.

3.            Business & process control.

4.            Process & business efficiencies.

5.            Cost reduction opportunities.

6.            Waste elimination opportunities.

7.            Corporate governance efectiveness.

Tujuan dari value added audit adalah agar internal auditor dapat  :

A.           Memberikan analisis operasional secara obyektif & independen.

B.           Menguji berbagai fungsi, proses dan aktivitas suatu organisasi serta external value chain.

C.           Membantu organisasi dalam merancang strategi bisnis yang obyektif.

D.           Melakukan assesment secara sistematis dengan pendekatan multidisiplin.

E.            Melakukan evaluasi & menilai efektivitas  risk management , control & governance processes.

Eksistensi internal auditor sebagai konsultan merupakan suatu perubahan besar yang diharapkan oleh The Institute of Internal Auditing Standard (IIAS) agar menjadi internal auditor yang berkualitas (quality internal auditor), sehingga dapat memberikan jasa & konsultansi dalam business process kepada manajemen operasional.

Trend

Value added internal auditing. Terdapat kecenderungan (trend) dalam internal auditing, seperti outsourcing internal auditing. Dalam outsourcing internal auditing, dimungkinkan audit dilakukan oleh external auditor yang bertindak sebagai internal auditor. Ditinjau dari sisi independensi, auditor tersebut  memang lebih independen karena bukan karyawan dari perusahaan yang diaudit, namun yang perlu diperhatikan adalah masalah kompetensi / kualitas dari auditor tersebut. Oleh karena itu apabila suatu perusahaan akan memutuskan untuk melakukan outsourcing internal auditor, perlu dipertimbangkan masalah cost & benefitnya. Apakah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membayar jasa outsourcing internal auditor tersebut sebanding dengan manfaat yang akan diperolehnya.

Simpulan

1.      Agar internal auditor dapat memberikan nilai tambah (value added) bagi organisasi (Perusahaan) maka para internal auditor perlu meningkatkan kualitasnya secara terus menerus melalui pendidikan berkelanjutan.

2.      Apabila suatu perusahaan akan melakukan outsourcing internal auditor perlu diperhatikan secara matang cost & benefitnya. ***

Referensi

Hutchin, Greg, Value added Auditing, Quality Digest, Quality Plus Engineering, 2002.

*) Penulis alumni S1 FE UGM & S2 MAKSI UI, saat ini bekerja sebagai internal auditor sebuah BUMN serta Staf Pengajar STIE Trisakti & STIEM Jakarta.

 

4 Responses

  1. Pak, saya seorang Mahasiswi Jurusan manajemen keuangan, saya sangat tertarik dengan Financial Value Added, ingin meminta bantuan kepada Bapak, untuk mendownload garis besar mengenai FVA. Atas bantuan Bapak, saya ucapkan terima kasih.

    Like

  2. saya seorang mahasiswa jurusan akuntansi, sama dengan dewi, saya pun meminta tolong kepada bapak untuk bisa mendownload garis besar mengenai EVA. terima kasih sebelumnya..

    Like

  3. saya seorang mahasiswi jurusan akuntansi, saya pun meminta tolong kepada bapak untuk bisa mendownload garis besar mengenai EVA. sebagai dasar penyusunan skripsi. terima kasih sebelumnya.

    Like

  4. Sdr. Aan, Iman & Dewi, silahkan anda download artikel / jurnal yang terkait dengan EVA, FVA maupun MVA yang terdapat di website ini. Anda bisa melihat list / daftarnya di “Accounting research” pada halaman (page) depan. Nanti jika ada artikel yang terkait dengan topik tsb saya upload di website ini.OK.

    Like

Comments are closed.

%d bloggers like this: